Pasca Insiden Temperan di Bayeman, KAI Daop 9 Jember Ingatkan Bahaya Aktivitas di Rel

Proses Evakuasi Korban KA Supaspro
Sumber :
  • Dok. Humas KA Daop 9 Jember/ VIVA Banyuwangi

Probolinggo, VIVA Banyuwangi – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 9 Jember kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sekitar jalur rel kereta api. Imbauan itu disampaikan pasca insiden temperan yang melibatkan orang tidak dikenal (OTK) dengan rangkaian kereta api di jalur antara Stasiun Probolinggo dan Stasiun Bayeman.

img_title SupasPro Tembus Probolinggo, Mahasiswa Bisa Pulang-Pergi Tanpa Kos

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat malam, 8 Mei 2026, di KM 93+800 hingga 94+300. Korban ditemukan pada Sabtu, 9 Mei 2026 saat pencarian lanjutan dilakukan oleh petugas pengamanan jalur bersama aparat kepolisian dan TNI.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro mengatakan, pihaknya menerima laporan peristiwa dari masinis KA PLB 460B atau CL Supaspro relasi Probolinggo–Surabaya sekitar pukul 21.30 WIB.

img_title Kecelakaan KA Logawa Tewaskan Satu Orang, KAI Minta Pengguna Jalan Terapkan Slogan BERTEMAN

“Kami menerima laporan dari masinis bahwa terdapat OTK yang menemper rangkaian kereta api saat melintas di lokasi kejadian. Berdasarkan informasi di lapangan, masinis sudah berkali-kali membunyikan semboyan 35 atau klakson lokomotif, namun karena jarak yang sudah sangat dekat, insiden tersebut tidak dapat terhindarkan,” ujar Manager Cahyo pada hari Sabtu, 9 Mei 2026.

Menurut Cahyo, korban diketahui berada di jalur rel saat kereta melintas dari arah timur. Masinis disebut telah memberikan peringatan suara, namun korban diduga tidak sempat keluar dari jalur sehingga temperan tidak dapat dihindari.

img_title Kemensos Salurkan Bantuan Lengkap untuk Korban Pesantren Sidoarjo

Usai menerima laporan, tim keamanan jalur dari Polsuska Daop 9 Jember bersama petugas keamanan Stasiun Bayeman langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan area. Pihak KAI juga berkoordinasi dengan Polsek Sumberasih dan Koramil Sumberasih dalam proses pencarian dan evakuasi korban.

Korban akhirnya ditemukan pada Sabtu pagi dalam kondisi luka parah saat pencarian lanjutan dilakukan oleh petugas gabungan.

Cahyo menegaskan bahwa jalur kereta api bukan tempat untuk masyarakat beraktivitas karena sangat membahayakan keselamatan.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak beraktivitas di jalur rel kereta api, tidak berjalan di atas rel, serta selalu memastikan kondisi aman sebelum melintasi perlintasan sebidang. Patuhi rambu dan sinyal yang ada demi keselamatan bersama,” katanya.

“Kereta api memiliki karakteristik tersendiri sehingga tidak dapat berhenti secara tiba-tiba, karena proses pengereman membutuhkan jarak yang panjang dan dipengaruhi oleh kecepatan, berat rangkaian, serta kondisi lintasan,” jelas Cahyo.

Halaman Selanjutnya
img_title