Pabrik Pengeringan Jagung di Desa Alasbuluh: Sudah Mangkrak, Dijarah Pula!

Ilustrasi mesin pengering jagung
Sumber :
  • Created by AI

Banyuwangi, VIVA Banyuwangi –Mesin pendukung di pabrik pengeringan jagung di Desa Alasbuluh dijarah pencuri. Tindak pencurian tersebut diduga terjadi akibat operasional pabrik pengeringan jagung yang tidak berjalan secara optimal serta kondisi pabrik yang tanpa pengawasan ketat akibat mangkrak. 

img_title 25 Siswa SLTA Terbaik Wongsorejo Berhasil Raih Tiket Paskibraka 2026

Tidak ada yang terlihat aneh atau menarik perhatian saat kita melintas di depan bangunan pabrik pengeringan jagung yang berada di Dusun Karangbaru, Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Rabu, 13 Mei 2026. 

Namun jika ditelisik lebih dalam, pabrik pengeringan jagung yang sudah mangkrak lebih dari 1 dekade tersebut pernah menjadi korban tidak pencurian. 

img_title Hidup Sebatang Kara, Tumin Lansia di Desa Alasrejo ini Butuh Uluran Tangan

Beberapa alat pendukung operasional pabrik pengelolaan jagung tersebut raib dijarah pelaku yang hingga kini belum diketahui identitasnya. 

“Benar, dulu pernah ada pencurian di pabrik itu. Ada alat milik pabrik pengeringan jagung yang hilang. Pengelola saat itu sudah lapor polisi tapi hingga kini masih belum terungkap,” ujar Kepala Desa (Kades) Alasbuluh, Abu Sholeh Said. 

img_title Ababil FC Sidowangi Mengamuk 3:0, PSPW Legend Wonorejo Tak Berdaya!

Tindak pencurian tersebut diduga terjadi karena lokasi pabrik pengeringan yang berada di tengah ladang yang cukup jauh dari pemukiman terdekat. 

“Karakteristik warga rumah di sekitar lokasi pabrik pengeringan jagung ini memang tidak ada yang bergerombol. Jadi hanya ada 2 atau 3 rumah saja dalam satu lokasi, kemudian 2 hingga 3 rumah lainnya lokasinya cukup jauh,” tutur Kades Alasbuluh di ruang kerjanya. 

Pabrik pengeringan jagung yang mangkrak disilnyalir juga menjadi daya tarik pelaku kejahatan karena tidak ada aktifitas yang padat di pabrik pengeringan jagung itu. 

“Sebelum menjadi korban pencurian, operasional pabrik pengeringan jagung memang tidak optimal karena warga jarang bawa hasil panen ke pabrik ini. Jadi memang banyak faktor yang menjadi penyebab tindak pencurian itu terjadi,” kata Abu Sholeh Said pada VIVA News. 

Pasca tindak pencurian tersebut, operasional pabrik pengeringan jagung itu semakin tidak terurus karena komponen yang dicuri tersebut tidak dibelikan gantinya. 

Pabrik pengeringan jagung itu merupakan hasil dana hibah Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Provinsi Jawa Timur. 

Dana hibah tersebut diperkiran lebih dari Rp 600.000.000,- (Enam ratus juta rupiah) yang alokasikan pada tahun anggaran 2013. 

Halaman Selanjutnya
img_title