Ditinggal Istirahat Usai Masukkan Bibit, Dua Kandang Ayam Terbakar, 14 Ribu Anak Ayam Mati
- Faradila Setya Utami/ VIVA Banyuwangi
Probolinggo, VIVA Banyuwangi – Kebakaran hebat melanda peternakan ayam di wilayah Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo pada hari Selasa, 19 Mei 2026. Dua unit kandang ayam ludes dilalap api hingga menyebabkan sekitar 14 ribu anak ayam atau DOC (Day Old Chick) mati terbakar.
Selain menewaskan ribuan bibit ayam, kebakaran juga menghanguskan berbagai peralatan peternakan. Kerugian material akibat peristiwa tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp280 juta.
Salah seorang pekerja kandang, Abdullah, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui setelah dirinya dan rekan-rekannya melihat kepulan asap hitam dari arah kandang.
“Semalam ada empat orang yang bekerja. Awalnya kami duduk-duduk setelah memasukkan bibir ayam. Kok terlihat asap hitam. Setelah dicek ternyata kandang ayam terbakar,” katanya.
Menurut Abdullah, api pertama kali muncul di kandang bagian tengah sebelum akhirnya merembet ke kandang yang berada di sisi selatan.
“Awalnya yang kandang tengah dulu terbakar, lalu menyambar kandang sebelah selatan,” ujarnya.
Abdullah menyebut tidak hanya ayam yang terbakar, sejumlah peralatan peternakan juga ikut hangus dilalap api.
“Selain ayam yang terbakar, blower ada 14 unit, sanyo lima unit, oven ayam sekitar 20 unit, kran, dan tabung gas juga terbakar,” jelasnya.
Abdullah bersyukur satu kandang lainnya masih dapat diselamatkan dari kobaean api. Menurutnya, jika terlambat ditangani, seluruh kandang berpotensi habis terbakar.
“Kalau terlambat lima menit saja, bisa-bisa satu-satunya kandang yang selamat juga ikut habis terbakar,” ungkapnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, peternakan berada di tengah area persawahan sehingga diduga menyulitkan proses penanganan karena jauh dari sumber air.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Probolinggo menjelaskan berdasarkan keterangan saksi di lokasi, sebelum kejadian para pekerja baru saja menyelesaikan aktivitas memasukkan bibit ayam ke dalam tiga kandang.
“Jadi sekitar pukul 02.00 dini hari pegawai memasukkan bibit ayam ke tiga unit kandang sampai pukul 04.00 pagi. Setelah selesai, para karyawan beristirahat,” kata Kabid Damkar, Andrea Parsaulian.
Pada sekira pukul 06.45 WIB, salah seorang pekerja melihat api muncul dari kandang yang berada di sisi selatan. Karena tidak memiliki alat pemadam kebakaran ringan (APAR), pekerja kemudian meminta bantuan petugas.