Nakhodai GMNI Banyuwangi 2026-2028, Vingky-Yohan Siap Modernisasi Organisasi Lewat Misi 'Panca Prakarsa'
- Dok. DPK Hukum Untag 45 Banyuwangi
Banyuwangi, VIVA Banyuwangi – Semangat persatuan dan pembaruan mewarnai hasil Konferensi Cabang (Konfercab) Persatuan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Banyuwangi, yang digelar di Hotel Aston Banyuwangi, pada 13 Juni 2026. Duet kepemimpinan baru, Vingky Dwi Saputra dan Yohanes Mifta Godi, resmi dikukuhkan sebagai Ketua dan Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Banyuwangi untuk periode 2026 hingga 2028.
Mengemban amanah baru usai dinamika perpecahan organisasi di periode sebelumnya, Vingky Dwi Saputra langsung mengusung visi besar untuk mewujudkan kader GMNI yang unggul secara intelektual dan berkompeten dalam soft skill. Untuk merealisasikan hal tersebut, ia menggagas misi utama yang dinamakan 'Panca Prakarsa'.
"Panca Prakarsa adalah lima langkah menuju transformasi GMNI Banyuwangi, pertama, mengoptimalkan kaderisasi ideologis. Kedua, meningkatkan kualitas intelektual kader. Ketiga, mengembangkan soft skill kader. Keempat, melakukan modernisasi tata kelola organisasi. Dan kelima, menjadikan GMNI Banyuwangi sebagai organisasi yang mandiri," ungkap Vingky.
Salah satu fokus utama dari 'Panca Prakarsa' yang disoroti Vingky adalah adaptasi terhadap perkembangan teknologi, atau modernisasi organisasi.
"Kita mulai dari tata kelola organisasinya terlebih dahulu. Kita punya basis kader di Politeknik Negeri Banyuwangi yang mana kemampuan kader-kadernya untuk membuat website, membuat aplikasi itu harus kita manfaatkan untuk kepentingan organisasi kita. Kita akan launching database organisasi itu di sebuah platform yang dapat diakses oleh seluruhnya. Kemudian kita akan mengadakan pelatihan-pelatihan yang berbau dengan teknologi. Kita akan mencoba untuk membangun tata kelola kaderisasi yang sesuai dengan teknologi masa kini. Begitu," imbuh.
Terkait upaya pemulihan internal pasca-perpecahan (cabang utara dan selatan), Vingky menekankan pentingnya memperbaiki akar masalah, yakni miskomunikasi antara DPC dan tingkatan Komisariat.
"Kita tidak akan pernah menyelesaikan masalah hanya dengan pergi meninggalkannya. Bersama Bung Yohan, kami akan lebih sering turun ke Komisariat. Dengan spirit persatuan, tidak ada lagi batasan antara Cabang dan Komisariat," ujar Vingky.
Senada dengan sang Ketua, Sekretaris DPC GMNI Banyuwangi terpilih, Yohanes Mifta Godi, menegaskan komitmennya untuk mengawal visi-misi tersebut.
"Harapan kami berdua, GMNI Banyuwangi kembali pada kegiatan organisasi yang produktif, berideologis, serta menjunjung tinggi kekompakan, persaudaraan, dan ketenteraman," tambah pria yang akrab disapa Yohan ini.