Ruwat Bumi Jelang 1 Suro, 100 Bibit Mangrove Ditanam untuk Jaga Pesisir Pantai Pilang

Penyaluran bibit mangrove sebelim ditanam
Sumber :
  • Faradila Setya Utami/ VIVA Banyuwangi

Probolinggo, VIVA Banyuwangi –Menjelang peringatan Tahun Baru Jawa 1 Suro, kawasan pesisir Pantai Pilang, Kota Probolinggo, kembali menjadi lokasi penanaman mangrove sebagai upaya mitigasi abrasi. Kegiatan tersebut dilakukan oleh komunitas Laskar Hijau pada hari Minggu, 14 Juni 2026 di kawasan muara sungai yang sebelumnya mengalami perubahan kondisi ekosistem akibat faktor alam.

img_title Pembahasan KUA-PPAS 2027, DPRD Soroti Penyertaan Modal Rp9,8 Miliar, RSUD Jadi Usulan Investasi

Ketua Komunitas Laskar Hijau, Dimas Ardianto, menjelaskan bahwa kawasan Pantai Pilang memiliki sejarah perubahan lingkungan yang cukup panjang, terutama sejak terjadinya erupsi Gunung Bromo pada tahun 2010.

Dimas menyebut, pada saat erupsi terjadi, abu vulkanik sempat menutupi kawasan pesisir dan memengaruhi keberadaan mangrove yang sebelumnya tumbuh secara alami di wilayah tersebut.

img_title Pendapatan APBD Kota Probolinggo Terealisasi 101,96 Persen, Banggar Tetap Beri 15 Rekomendasi

“Waktu erupsi 2010, abu vulkanik menutupi kawasan ini. Mangrove yang ada saat itu banyak yang terdampak dan akhirnya mati,” ujar Dimas.

Bibit mangrove ditanam di pesisir pantai Pilang

Photo :
  • Faradila Setya Utami/ VIVA Banyuwangi

img_title Sidak Komisi III, Pengembang Paparkan Konsep Empat Usaha dalam Satu Kawasan

Menurut Dimas, endapan abu vulkanik juga sempat membentuk sedimen di kawasan muara sungai, sehingga turut memengaruhi kondisi ekosistem pesisir di Pantai Pilang pada saat itu.

Selain faktor alam, perkembangan kawasan juga mengalami perubahan dalam beberapa tahun terakhir. Dimas menyebut, warung-warung di sekitar pesisir baru muncul sekitar tahun 2021, setelah adanya pengelolaan kawasan oleh kelompok sadar wisata yang dibentuk bersama instansi terkait.

Ia menambahkan, saat kondisi pasang tinggi, air laut di kawasan tersebut memang dapat mencapai batas area warung warga, dengan jarak antara garis pantai dan warung mencapai ratusan meter.

““Dulu sebelum kawasan mangrove kembali pulih seperti sekarang, saat air laut pasang, genangan bisa mencapai sekitar 500 meter dari garis pantai. Kini, kawasan tersebut telah dimanfaatkan sebagai area warung,” jelasnya.

Dalam kegiatan terbaru ini, sebanyak 100 bibit mangrove ditanam di kawasan muara sungai Pantai Pilang. Bibit tersebut juga diberi penyangga bambu untuk membantu memperkuat tanaman pada tahap awal pertumbuhan.

Dimas menuturkan, penanaman mangrove di lokasi yang sama sebenarnya sudah pernah dilakukan. Namun, kegiatan tersebut sempat terhenti karena adanya dinamika di wilayah setempat sebelum kembali dilanjutkan tahun ini.

“Pada 2020 sudah pernah ditanam di lokasi ini, tapi sempat vakum. Sekarang kami lanjutkan kembali upaya penghijauan,” katanya.

Halaman Selanjutnya
img_title