Soroti Komentar Tak Beretika Oknum Alumni, Sekretaris DPC GMNI Banyuwangi Minta Kritik Disampaikan Secara Bermartabat
Banyuwangi, VIVA Banyuwangi – Sekretaris DPC GMNI Banyuwangi, Yohan Mifta Godi, menyoroti munculnya komentar yang diduga dilontarkan oleh oknum alumni pada unggahan media sosial terkait penetapan Ketua dan Sekretaris DPC GMNI Banyuwangi periode 2026–2028.
Menurut Yohan, kritik dan perbedaan pandangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dinamika organisasi kader. Namun demikian, ia menegaskan bahwa setiap kritik seharusnya disampaikan secara santun, konstruktif, dan tetap berada dalam koridor etika organisasi.
“GMNI adalah organisasi kader yang dibangun di atas tradisi berpikir kritis, dialog, dan semangat persaudaraan. Karena itu, kami memandang setiap kritik, masukan, maupun perbedaan pandangan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari dinamika organisasi,” ujarnya.
Ia mengaku menghormati hak setiap kader maupun alumni untuk menyampaikan pendapat. Namun, kritik yang disampaikan hendaknya tetap mengedepankan semangat membangun dan tidak bergeser menjadi penilaian maupun serangan yang bersifat personal.
“Terkait komentar yang beredar, saya menghormati hak setiap kader maupun alumni untuk menyampaikan pendapatnya. Namun, saya berharap kritik yang disampaikan tetap berada dalam koridor etika organisasi dan semangat membangun. Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar, tetapi jangan sampai bergeser menjadi penilaian atau serangan yang bersifat personal,” tegasnya.
Meski muncul dinamika di media sosial, Yohan memastikan hal tersebut tidak akan mengganggu fokus kepengurusan baru dalam menjalankan agenda organisasi, khususnya melalui program Panca Prakarsa yang telah menjadi komitmen bersama.
“Saya kira tidak. Justru kami melihatnya sebagai pengingat bahwa banyak pihak menaruh harapan besar terhadap GMNI. Fokus kami tetap sama, yaitu mengonsolidasikan organisasi, memperkuat kaderisasi, serta menjalankan program-program yang telah menjadi komitmen bersama melalui Panca Prakarsa,” katanya.
Lebih lanjut, Yohan mengajak seluruh kader GMNI untuk tetap menjaga semangat persatuan dan persaudaraan. Menurutnya, perbedaan pendapat di ruang digital tidak boleh menjadi alasan untuk merusak kebersamaan yang telah dibangun bersama.
“Kritik boleh berbeda, pilihan boleh berbeda, tetapi kecintaan terhadap GMNI harus tetap menjadi titik temu kita bersama,” ungkapnya.
Ia juga membuka ruang dialog seluas-luasnya bagi para senior dan alumni. Menurutnya, pengalaman dan kebijaksanaan para senior merupakan aset penting yang dapat menjadi kekuatan bagi organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.