Senyap Tanpa Surat: Cara SPPG Sumber Kencono Melepas Relawan yang Cedera

SPPG Sumber Kencono, Wongsorejo, Banyuwangi, Jawa Timur
Sumber :
  • Anton Heri Laksana/ VIVA Banyuwangi

Banyuwangi, VIVA Banyuwangi –Sudah jatuh tertimpa tangga hingga babak belur mungkin menjadi ungkapan yang pas untuk tiga orang mantan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumber Kencono. Mereka terpaksa tidak bekerja kembali karena sakit dan telah dirumahkan dengan hanya pemberitahuan secara lisan. 

img_title Rangkaian Banyuwangi Ethno Carnival 2026 Dimulai 17 Juli, Angkat Heroisme Perang Bayu

“Saya sampai saat ini tidak pernah ditemui oleh pihak SPPG Sumber Kencono. Saya kan kena stroke, ya tidak masuk kerja saja sampai sekarang. Kata teman – teman posisi saya sudah ada yang menggantikan. Jadi saya sudah tidak bisa bekerja kembali seperti biasa,” ujar mantan relawan SPPG Sumber Kencono, Karsiyah. 

Dalam penjelasannya, Karsiyah mengaku melamar sebagai relawan SPPG Sumber Kencono secara resmi. 

img_title Pusat Penetasan Telur Penyu di Banyuwangi, Satu-satunya di Indonesia dengan Kapasitas 20 Ribu Butir

Sejumlah dokumen keluarga serta foto diri dan surat lamaran kerja juga disertakan saat mengetahui dibukanya lowongan sebagai relawan SPPG Sumber Kencono. 

“Saya melamar secara resmi dengan mengirimkan dokumen yang dibutuhkan. Ya seperti melamar pekerjaan lain pada umumnya. Tapi saat saya berhenti bekerja, saya tidak pernah mendapatkan surat apapun dari pihak SPPG Sumber Kencono,” tutur warga Dusun Curah User, Desa Sumberanyar, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. 

img_title Perluas Akses Pendidikan, Banyuwangi Buka Beasiswa B-Pro Tahun Akademik 2026/2027

Hal yang sama juga dialami Sri Widayati yang mengalami patah tulang tangan akibat terpeleset di dapur SPPG Sumber Kencono saat bekerja. 

“Saya katanya sih tidak dipecat tapi hanya di rumahkan saja karena usia saya sudah lewat batas. Katanya juga, saya tetap akan dipanggil lagi jika ada relawan yang libur atau berhenti. Tapi kenyataannya sampai sekarang saya tidak pernah dipanggil lagi dan diberhentikan secara lisan tanpa surat apapun,” kata Sri Widayati, warga Dusun Krajan, Desa Sumber Kencono, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. 

Nasib serupa juga dialami Sumiyati yang kini telah meninggal dunia setelah 2 hari mengalami sesak nafas sepulang bekerja sebagai relawan di SPPG Sumber Kencono. 

“Tidak ada dokumen apapun, rekan istrinya datang ke rumah dengan membawa uang 500 ribu dan beras, gula serta minyak. Selain itu tidak adalagi tapi kami sudah iklas dan menganggap ini sebuah musibah bagi keluarga kami,” isak suami Sumiyati, Ahmadi. 

Halaman Selanjutnya
img_title