Listrik Byar Pet Dalam Sebulan Terakhir, Pengusaha Laundry Banyuwangi Merugi, Baju Kotor Menumpuk!

Ilustrasi usaha loundry tutup akibat pemadaman listrik
Sumber :
  • Created by AI

Banyuwangi, VIVA Banyuwangi –Kebijakan pemadaman bergilir yang diberlakukan Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Banyuwangi selama sebulan terakhir akibat kekurangan pasokan daya, mulai dikeluhkan pengusaha rumahan yang mulai mengalami kerugian. 

img_title Bikin Delegasi ASEAN Terpukau, Kampung Nelayan Modern Banyuwangi Disebut Layak Ditiru Negara Lain

Adalah Mujiati, seorang pengusaha laundry rumahan yang kini mulai terkena dampak akibat kebijakan pemadaman bergilir oleh PLN UP3 Banyuwangi. 

Warga Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur ini terus mendapatkan keluhan dari pelanggan laundry rumahan miliknya. 

img_title Bosan Malam Minggu? Coba Sensasi Galatama Lele di Kalitopo di Desa Sidodadi!

Tumpukan baju kotor milik pelanggan terlihat di sudut – sudut tempat laundry milik Mujiati yang tidak terlalu luas. 

“Sebagian besar belum sempat tercuci. Saat akan kita cuci, ternyata ada jadwal pemadaman bergilir. Itu juga ada yang sudah tercuci namun tetap tidak bisa selesai karena belum sempat disetrika,” ujar pemilik loundri rumahan di Desa Bajulmati, Mujiati. 

img_title Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Pelajar SLTP Terhadap Anak Dibawah Umur di Wongsorejo

Kondisi yang tidak jauh berbeda juga dialami kalangan petani yang kesulitan mendapatkan pasokan air untuk pertaniannya akibat pemadaman bergilir. 

“Saya harusnya dapat jatah pengairan di hari ini (Jumat, 19 Juni 2026) tapi ternyata tidak bisa dialiri karena mendapatkan jatah pemadaman bergilir. Sedangkan besok sudah ada jadwal petani lain dan mereka juga tidak mungkin mau jatah pengairan mereka diberikan pada saya. Ini tanaman saya terancam gagal panen karena pasokan air yang tidak memadai,” tutur seorang petani, Dedi Hermawan. 

Di wilayah Kecamatan Wongsorejo, sebagia besar ladang merupakan areal tadah hujan dan harus mendapatkan pasokan air dari sumur bor. 

Karena jumlah sumur bor yang terbatas, para petani akan mendapatkan pasokan air secara bergiliran namun kebijakan pemadaman bergilir yang diterapkan PLN UP3 Banyuwangi membuat jatah penggunaan sumur bor menjadi tidak merata. 

“Sumur bor tersebut kan menggunakan daya Listrik dari PLN dan saat PLN padam seperti sudah pasti tidak bisa digunakan sumur bor tersebut,” keluh petani lainnya, Nari Saputra. 

Dalam kesempatan terpisah, Manager Unit PLN UP3 Banyuwangi, Pujianto membenarkan adanya pemadaman bergilir yang dialami warga di Kabupaten Banyuwangi. 

“Terkait pemadaman yang terjadi di wilayah kerja PLN UP3 Banyuwangi disebabkan karena  kondisi keterbatasan pasokan daya yang terjadi pada sistem kelistrikan di sisi Pembangkit PLN,” ujar Manager Unit PLN UP3 Banyuwangi, Pujianto. 

Halaman Selanjutnya
img_title