Ada Bekas Seretan Darah di Dinding, Manusia Silver di Probolinggo Ditemukan Tewas, Diduga Korban Kekerasan
- Faradila Setya Utami/ VIVA Banyuwangi
Probolinggo, VIVA Banyuwangi –Seorang pria yang sehari-hari bekerja sebagai manusia silver ditemukan meninggal dunia di belakang sebuah warung di Jl. Pantura Perempatan Pilang, Kota Probolinggo pada hari Senin, 22 Juni 2026. Korban diketahui bernama Dika, yang selama ini dikenal sering datang ke warung tersebut untuk makan dan minum.
Pemilik warung, Maryam, mengatakan korban ditemukan saat dirinya hendak mencuci piring pada sekira pukul 05.00 WIB. Saat itu, Maryam melihat bagian kaki seseorang tergeletak di area belakang warung.
“Setelah menyapu, saya mau cuci piring. Terus lihat ada kaki orang yang tergeletak. Saya panggil-panggil tidak menyahut,” ujar Maryam.
Karena khawatir dengan kondisi korban, Maryam kemudian meminta bantuan kepada Ketua RT dan Ketua RW setempat untuk mengecek keadaan di lokasi. Bersama mereka, Maryam kembali menuju warung sekira pukul 05.30 WIB.
“Saya ke Pak RT sama Pak RW lalu bilang, ayo Pak ke warung, tolong lihat di warung ada orang tergeletak. Saya tidak tahu sudah meninggal atau belum,” kata Maryam.
Kondisi TKP usai petugas melakukan olah TKP
- Faradila Setya Utami/ VIVA Banyuwangi
Saat dilakukan pengecekan, korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan kondisi kapala yang terluka dan wajah yang berlumurah darah. Di lokasi juga ditemukan bercak darah pada bagian dinding warung yang diduga membentuk pola seperti bekas terseret. Temuan tersebut membuat dugaan adanya kejadian kekerasan sebelum korban ditemukan.
Maryam menyebut tidak melihat adanya kerusakan pada bagian warung. Kondisi tempat tersebut masih seperti biasa, hanya terdapat noda darah yang membekas.
“Tidak ada kerusakan di warung, hanya noda darah di dinding saja,” ungkapnya.
Menurut Maryam, korban bukan orang asing baginya. Dika diketahui cukup sering datang ke warung tersebut untuk makan mie dan membeli minuman.
“Biasanya korban ke warung, makan mie sama minum es,” jelasnya.
Dalam kesehariannya, Dika bekerja sebagai manusia silver di jalanan. Korban juga disebut sudah lama hidup di jalan dan biasanya beristirahat di area pemakaman yang tidak jauh dari lokasi.
Sementara itu, tante korban, Putri, mengatakan Dika sudah lama tidak tinggal bersama orang tuanya. Setelah kedua orang tuanya berpisah, Dika sempat ikut bersamanya.