Mulai 24 Juni! JLU Probolinggo Ditutup, Arus Dialihkan, BBJN Kerjakan Peningkatan Jalan dan Drainase
- Faradila Setya Utami/ VIVA Banyuwangi
Probolinggo, VIVA Banyuwangi –Pekerjaan peningkatan Jalan Lingkar Utara (JLU) Kota Probolinggo memasuki tahap lanjutan. Mulai 24 Juni hingga 25 Juli 2026, ruas jalan tersebut akan ditutup untuk mendukung proses pengerjaan, sehingga pengguna jalan diminta menggunakan jalur alternatif.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo menerapkan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan arus kendaraan ke Jalan Lingkar Selatan (JLS). Namun, kendaraan yang memiliki kepentingan menuju kawasan pelabuhan tetap diberikan akses melintas.
“Untuk JLU, arus dialihkan ke JLS, kecuali yang berkepentingan ke pelabuhan,” ujar Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Kota Probolinggo, Daroji, saat ditemui pada Senin, 22 Juni 2026.
Sebelum penutupan diberlakukan, Dishub telah melakukan uji coba pengaturan lalu lintas pada 17 hingga 23 Juni. Petugas juga disiagakan di lokasi untuk mengatur kendaraan yang diperbolehkan melintas di area pekerjaan.
“Ada petugas yang memfilter kendaraan mana yang boleh lewat atau tidak,” katanya.
Pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan sistem satu sisi terlebih dahulu agar aktivitas masyarakat tetap berjalan. Kendaraan yang terdampak pekerjaan masih diberikan akses sementara sesuai kondisi di lapangan.
Total panjang ruas yang masuk dalam pekerjaan mencapai sekitar 1,77 kilometer. Pada zona pertama, lebar jalan dinilai lebih luas sehingga dampak penutupan jalan tidak terlalu besar.
Sementara itu, pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBJN) melanjutkan pekerjaan peningkatan struktur jalan setelah sebelumnya mengerjakan drainase di ruas JLU. Salah satu pekerjaan utama yakni peninggian badan jalan atau rising hingga sekitar 36 sentimeter.
PPK 35 BBJN Sidoarjo, Taufik Andriyadi Utama, menjelaskan pekerjaan dilakukan bertahap mulai dari perbaikan titik jalan yang rusak hingga peningkatan struktur menggunakan beton.
“Setelah mengerjakan drainase, kita mengerjakan jalan. Ada pekerjaan rising, jadi jalannya dinaikkan sekitar 36 cm,” jelasnya.
Sebelum peninggian dilakukan, sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan diperbaiki terlebih dahulu menggunakan aspal AC binder. Setelah itu, pekerjaan dilanjutkan dengan perkerasan beton untuk memperkuat struktur jalan.
“Perbaikan beton yang rusak dilakukan per spot, kemudian ditutup dengan aspal AC binder sekitar 6 cm. Setelah itu baru dinaikkan betonnya,” tambahnya.