Raja BMX Thailand dan Ratu BMX Indonesia Taklukkan Banyuwangi Supercross 2026

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani
Sumber :
  • Dok. Humas Pemkab Banyuwangi/ VIVA Banyuwangi

Banyuwangi, VIVA Banyuwangi –Pembalap Tim Nasional Thailand dan Indonesia berbagi podium masing-masing kelas men elite dan women elite, di hari pertama Banyuwangi BMX Supercross 2026, di Sirkuit BMX Banyuwangi. Sabtu, 27 Juni 2026.

img_title Banyuwangi Ekspor 270 Ton Sarden Senilai Rp10 Miliar ke Berbagai Negara
Pembalap Thailand, Komet Sukprasert, tampil dominan dengan meraih juara di kelas men elite. Sementara di nomor women elite, gelar juara menjadi milik rider Indonesia, Amellya Nur Sifa.
 
img_title Rangkaian Banyuwangi Ethno Carnival 2026 Dimulai 17 Juli, Angkat Heroisme Perang Bayu
Pada final men elite, Komet mencatatkan waktu 43 detik untuk menaklukkan lintasan supercross sepanjang 465 meter. Peraih medali emas SEA Games 2025 sekaligus juara ASEAN BMX Racing Cup 2026 itu, mengungguli dua pembalap Indonesia, Muhammad Fattahillah dan Firman Chandra Alim, yang finis di posisi kedua dan ketiga.
 
img_title Pusat Penetasan Telur Penyu di Banyuwangi, Satu-satunya di Indonesia dengan Kapasitas 20 Ribu Butir
Posisi empat dan lima masing-masing ditempati pembalap Indonesia Yosi Saputro dan Rio Akbar. 
 
Komet mengaku senang bisa kembali berlaga di Banyuwangi setelah terakhir kali tampil sekitar tujuh tahun lalu.
 
Menurutnya, lintasan BMX di Banyuwangi kini jauh lebih menantang dengan standar supercross.
 
"Saya sudah dua kali datang ke Banyuwangi. Terakhir sekitar tujuh tahun lalu. Sekarang lintasannya sudah menjadi supercross. Track-nya sangat panjang dan sangat bagus. Orang-orang di Banyuwangi juga sangat baik," ujar Komet usai menerima gelar juara dari Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
 
Ia mengaku persaingan berlangsung ketat karena sebagian besar rivalnya merupakan pembalap yang sudah sering ditemui di berbagai kejuaraan internasional, termasuk SEA Games dan ASEAN BMX Racing Cup.
 
"Saya datang ke Banyuwangi tujuannya ingin menang. Semua orang datang ke sini untuk menang. Kami juga datang untuk mengejar poin UCI sebagai bagian dari persiapan menuju Olimpiade BMX berikutnya," katanya.
 
Sementara pembalap Indonesia Muhammad Fattahillah bersyukur mampu memperbaiki pencapaiannya dibanding edisi sebelumnya. Tahun lalu ia finis di posisi keempat dan ketiga, sedangkan kali ini berhasil naik ke podium kedua.
 
Ia berharap Banyuwangi terus mempertahankan penyelenggaraan BMX Supercross, karena menjadi satu-satunya lintasan supercross di Indonesia yang memenuhi standar internasional.
 
"Hanya di Banyuwangi satu-satunya track supercross di Indonesia. Track-nya bagus dan memiliki ciri khas sendiri yakni sangat panjang. Jadi butuh endurance yang ekstra, tenaga yang kuat, dan skill yang memadai," ucap dia.
Halaman Selanjutnya
img_title