Ratusan Pembalap Bertahan di Banyuwangi, Pedagang Lokal Panen Omset

Usai Supercross Lanjut Kejurnas, Sirkuit BMX Banyuwangi Bawa Berkah Bagi Ekonomi Warga
Sumber :
  • Dok. Humas Pemkab Banyuwangi/ VIVA Banyuwangi

Banyuwangi, VIVA Banyuwangi –Sirkuit BMX Banyuwangi membawa berkah bagi ekonomi warga lokal Banyuwang. Usai gelaran Banyuwangi BMX Supercross, yang baru saja usai digelar, 27-28 Juni, Indonesia Cyxling Federation (ICF) menjadikan Banyuwangi sebagai tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) BMX, Sabtu-Minggu (4-5 Juli), 

img_title Perluas Akses Pendidikan, Banyuwangi Buka Beasiswa B-Pro Tahun Akademik 2026/2027
Kejuaraan yang akan diikuti para atlet BMX dari berbagai daerah di Indonesia ini, membuat perputaran ekonomi warga lokal berlanjut. Banyak pembalap yang mengikuti Supercross, memilih untuk menambah waktu stay mereka di Banyuwangi, sambil menunggu Kejurnas yang juga akan digelar di sirkuit berstandart Olimpiade tersebut. 
 
img_title Bupati Ipuk Minta Seluruh ASN Banyuwangi Proaktif Respons Keluhan Warga
"Banyak pembalap yang mengikuti Supercross, tinggal di Banyuwangi untuk mengikuti Kejurnas. Ini menjadi perputaran ekonomi bagi warga lokal," kata Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat ICF, Jadi Rajagukguk. 
 
img_title Gerakan Stop Putus Sekolah, Bupati Ipuk Beri Tugas Khusus 42 Kepsek SMP
Sebelumnya Banyuwangi BMX Suoercross diikuti 343 peserta dari berbagai provinsi di Indoesia serta mancanegara. Mereka semua membawa rombongan tim official, hingga keluarga yang mendampingi selama acara. Bahkan diantaranya banyak yang datang jauh hari sebelum kompetisi dimulai untuk berlatih intensif. Warga sekitar turut mendapatkan manfaat ekonomi dari keberadaan mereka.
 
"Kejurnas juga akan diikuti oleh ratusan pembalap dari berbagai daerah di Indonesia. Ini juga akan menjadi perputaran ekonomi bagi warga lokal," tambah Jadi. 
 
Salah satu warga Yuli (50), pemiliki warung makanan dan minuman yang berada di pinggir jalan masuk menuju sirkuit bersyukur kembali digelar kejuaraan. . 
 
Yuli menceritakan sebelum ada sirkuit BMX, area tempat tinggalnya merupakan tanah persil perkebunan yang sangat sepi. Namun sejak ada sirkuit dan sering digelar kompetisi, wilayahnya menjadi ramai. Warga pun memanfaatkannya dengan membuka aneka usaha.
 
“Dulu disini sepi, tapi sejak ada sirkuit jadi ramai, warga disini semuanya bersyukur ada sirkuit karena mereka jadi bisa buka usaha. Apalagi kalau ada lomba seperti sekarang warung saya tambah ramai, omset naik drastis,” ujar Yuli.
 
Tidak hanya mendapat penghasilan dari membuka warung makanan dan minuman, Yuli juga sampai membangun rumah untuk disewakan sebagai tempat tinggal peserta kompetisi BMX, karena banyak permintaan. Seperti sekarang rumahnya disewa selama sepuluh hari oleh tim dari luar daerah. 
Halaman Selanjutnya
img_title