Pemuda 22 Tahun Tewas Gantung Diri di Makam, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan

Suasana setelah korban dievakuasi
Sumber :
  • dok. Babinsa Kota Probolinggo/ VIVA Banyuwangi

Peristiwa, VIVA Banyuwangi –Warga Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo digegerkan dengan penemuan seorang pemuda berinisial Y.P yang meninggal dunia di area makam keluarga, Minggu malam, 28 Juni 2026.

img_title BEM dan MPM Untag Banyuwangi Periode 2026–2027 Resmi Dilantik

Korban yang berusia 22 tersebut ditemukan dalam kondisi tergantung di sebuah pohon dukuh yang berada di samping rumahnya. Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh adik korban yang saat itu melihat kakaknya sudah tidak bernyawa.

Ketua RT 2 RW 7 Kelurahan Jrebeng Lor, Samat, mengatakan dirinya mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat telepon dari istrinya. Samat kemudian langsung menuju lokasi dan mendapati korban sudah diturunkan serta berada di dalam rumah.

img_title Isi Surat Kakak Tinggalkan Adik Berusia 2 Hari: Saya Tak Mau Masa Depannya Seperti Saya

“Yang meninggal adalah anak pertama, yang menemukan pertama itu adiknya. Gantung diri di pohon dukuh yang berada di makam sebelah rumahnya, makam keluarga. Pas kejadian orang tuanya ada di rumah,” ujar Samat.

Samat menyebut, korban dikenal sebagai pemuda yang memiliki banyak teman dan pergaulan cukup luas. Sebelum kejadian, sejumlah teman korban disebut sempat berada di sekitar rumah.

img_title Akibat Bencana Banjir dan Longsor, BNPB Sebut Ada 23 Meninggal dan 3.900 Keluarga Mengungsi di Sumatera Barat

“Korban punya banyak teman, pergaulannya luas. Kata warga sekitar ada teman-temannya jam 8 di teras rumahnya,” katanya.

Kejadian tersebut membuat keluarga korban terpukul. Ibu korban disebut sempat mengalami kondisi tidak sadarkan diri setelah mengetahui anaknya ditemukan meninggal.

“Mamanya sempat pingsan, sadar, pingsan lagi,” ucap Samat.

Sementara itu, Babinsa Jrebeng Lor, Sertu Zakaria, menyampaikan bahwa dirinya menerima laporan terkait kejadian tersebut sekira pukul 22.15 WIB dari warga. Saat tiba di lokasi, korban telah ditemukan dalam kondisi tergantung di pohon yang berada di samping rumah orang tuanya.

“Sekitar pukul 22.15 saya mendapatkan laporan dari Ibu Kholifah, ketua RW 03, bahwa ada kejadian anak bunuh diri di samping rumah orang tuanya, dengan gantung diri di pohon,” jelas Sertu Zakaria.

Dari informasi awal yang dihimpun dari warga sekitar, korban diduga sempat mendapat teguran dari ibunya karena berkumpul bersama teman-temannya sambil mengonsumsi minuman beralkohol. Setelah itu, korban disebut keluar rumah tanpa sepengetahuan keluarga.

Sekira pukul 22.00 WIB, adik korban kemudian menemukan korban sudah tergantung di pohon dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Halaman Selanjutnya
img_title