Surplus Beras 174 Ribu Ton, Banyuwangi Perkuat Strategi Produksi Pangan
- https://www.tvonenews.com/gallery-foto/daerah/jatim/450928-surplus-ini-yang-dilakukan-banyuwangi-untuk-produksi-beras
Banyuwangi, VIVA Banyuwangi –Kabupaten Banyuwangi kembali mencatat kinerja positif dalam sektor pertanian dengan mempertahankan produktivitas beras yang tinggi pada semester pertama tahun ini. Pada periode Januari hingga Juni 2026, Banyuwangi membukukan surplus produksi beras sebesar 174 ribu ton yang berkontribusi pada ketahanan pangan daerah dan nasional.
Data pemerintah daerah menunjukkan, sejak Januari hingga Juni 2026 produksi beras Banyuwangi mencapai 255 ribu 257 ton. Pada periode yang sama, konsumsi beras masyarakat tercatat sebesar 81 ribu 252 ton, sehingga terdapat surplus 174 ribu ton dari selisih antara produksi dan konsumsi beras di wilayah tersebut.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyatakan bahwa tren surplus produksi beras di daerahnya berlangsung secara konsisten dari tahun ke tahun. “Produksi beras Banyuwangi dari tahun ke tahun selalu surplus. Begitu juga di semester awal tahun 2026 ini,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Kamis, 2 Juli 2026.
Pada tahun 2025, total produksi beras Banyuwangi mencapai 546 ribu 923,81 ton dengan konsumsi lokal masyarakat sebesar 163 ribu 665,78 ton dalam satu tahun. Dari selisih kedua angka tersebut, Banyuwangi mencatat surplus beras sebesar 383 ribu 258,03 ton yang sebagian dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan daerah lain.
Ipuk menjelaskan bahwa kelebihan produksi beras tersebut tidak hanya mengamankan stok pangan untuk masyarakat Banyuwangi, tetapi juga mendukung cadangan pangan nasional. “Surplus beras produksi Banyuwangi sebagian didistribusikan ke berbagai daerah lain di Indonesia guna menopang cadangan pangan nasional melalui Perum Bulog,” tambah Ipuk.
Sebagai bagian dari strategi distribusi, pemerintah kabupaten bekerja sama dengan Perusahaan Umum (Perum) Bulog untuk menyalurkan surplus beras ke berbagai wilayah di Indonesia. Upaya ini dilakukan untuk memastikan pasokan beras nasional tetap terjaga, sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi petani lokal melalui jaringan pemasaran yang lebih luas.
Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi, Danang Hartanto, memaparkan bahwa capaian surplus tersebut merupakan hasil dari berbagai langkah strategis yang dijalankan di lapangan. Menurutnya, salah satu fokus utama pemerintah daerah adalah optimalisasi luas tanam di atas lahan sawah yang tersedia.
Danang menjelaskan bahwa luas baku sawah di Banyuwangi tercatat sebesar 62.940 hektare. Melalui program optimalisasi, luas tanam padi berhasil ditingkatkan hingga mencapai 121.319 hektare pada tahun 2025, sehingga produktivitas lahan meningkat dan mendukung surplus produksi beras.