Jasad di Sumur Kraksaan Ternyata Warga Bantaran yang Hilang Sebulan

Proses evakuasi korban
Sumber :
  • Faradila Setya Utami/ VIVA Banyuwangi

Probolinggo, VIVA BanyuwangiMisteri penemuan jasad perempuan di dalam sumur di Desa Alassumur Kulon, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, akhirnya mulai terungkap. Korban diketahui merupakan warga Desa Bantaran, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak akhir Mei 2026.

img_title Dipilih Kemenko Pangan, Banyuwangi Jadi Percontohan Sistem Pemantauan Beras Nasional

Jasad korban ditemukan warga pada Jumat, 3 Juli 2026 sekira pukul 08.00 WIB di dalam sebuah sumur yang berada di area kebun sengon, Dusun Wakaf, Desa Alassumur Kulon. Saat ditemukan, identitas korban masih belum diketahui.

Kapolsek Kraksaan, Kompol Masykur, membenarkan adanya penemuan mayat perempuan tersebut.

img_title Pilihan Anime Terbaik untuk Pemula yang Mudah Dipahami dan Seru

“Mayat ditemukan di dalam sumur di kebun sengon, Dusun Wakaf, Desa Alassumur Kulon, sekitar pukul 08.00 WIB. Saat ditemukan, korban berjenis kelamin perempuan dengan ciri-ciri rambut sebahu, tinggi badan sekitar 155 sentimeter, dan berkulit kuning langsat,” ujarnya.

Seiring penyelidikan, polisi memastikan korban merupakan Siti Munawaroh, warga Desa Bantaran. Informasi tersebut juga dibenarkan Kapolsek Bantaran, AKP Agus Eko Widodo, yang menyebut korban sebelumnya telah dilaporkan hilang oleh keluarganya.

img_title Urutan Menonton Film Marvel Berdasarkan Timeline Kronologis MCU

“Korban merupakan warga Desa Bantaran yang sebelumnya dilaporkan hilang. Berdasarkan informasi dari Kraksaan, pelaku mengaku korban adalah Siti Munawaroh yang dikenalnya melalui aplikasi OMI,” kata Kapolsek Bantaran, AKP Agus pada Sabtu, 4 Juli 2026.

Siti diketahui menghilang pada 30 Mei 2026 sekira pukul 18.30 WIB. Saat itu, Siti berpamitan kepada ibunya untuk membeli ayam geprek dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat berwarna biru hitam.

Namun hingga larut malam, korban tak kunjung pulang. Keluarga sempat berusaha menghubungi telepon selulernya dan melakukan pencarian ke sejumlah lokasi, tetapi tidak membuahkan hasil. Setelah itu, keluarga melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah desa dan Polsek Bantaran.

“Korban ini sudah berkeluarga, punya suami dan 2 anak perempuan. Sebenarnya KK sudah ikut suaminya sebagai warga Besuk. Namun diduga ada permasalahan rumah tangga, korban kembali ke rumah orang tuanya di Bantaran,” terang Kapolsek Agus.

Beberapa hari setelah korban hilang, sepeda motor yang dikendarainya ditemukan di aliran sungai di wilayah Desa Randu Merak, Kecamatan Paiton. Kendaraan tersebut kemudian diamankan sebelum akhirnya diserahkan kembali kepada keluarga sesuai kepemilikan.

Halaman Selanjutnya
img_title