Misteri Mayat Pilang Terungkap, Korban Grati Hilang Usai Salat Jumat, Motor Ikut Hilang

Tim dokpol seusai proses autopsi
Sumber :
  • Faradila Setya Utami/ VIVA Banyuwangi

Probolinggo, VIVA Banyuwangi –Identitas pria yang semula disebut sebagai Mr X dan ditemukan meninggal di lahan kosong Jalan Pantai Permata Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, pada Sabtu, 4 Juli 2026 akhirnya terungkap. Korban diketahui bernama Samsul Arifin, warga Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan.

img_title Usai Tiga Terdakwa Disidang, Kejari Kejar Kelengkapan Berkas Tersangka PPK Lampu Hias RTH

Kepastian identitas tersebut disampaikan pihak keluarga setelah mendatangi RSUD Kota Probolinggo dan mengenali jasad korban berdasarkan ciri-ciri fisik serta pakaian yang dikenakannya.

Kakak korban, Sholeh, mengatakan adiknya merupakan anak bungsu dari lima bersaudara dan bekerja di sebuah toko emas. Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat berpamitan kepada tantenya usai menunaikan salat Jumat dengan alasan hendak “kulaan” atau berbelanja barang dagangan.

img_title Apa Dampak Ramainya Isu Jampidsus? Ini Jawaban Kajari Kota Probolinggo

“Hari Jumat setelah salat Jumat pamit ke tantenya, bilangnya kulaan. Tapi sampai sore tidak pulang. Bosnya di tempat kerja juga mengabari karena korban tidak kembali,” ujar Sholeh, Minggu 5 Juli 2026.

Korban dibawa ke kediam setelah dilakukan autopsi

Photo :
  • Faradila Setya Utami/ VIVA Banyuwangi

img_title Tradisi Balap Perahu Fiber di Probolinggo Kembali Digelar, 50 Peserta Lomba Ramaikan Pantai Darmo

Merasa khawatir karena korban tak kunjung ditemukan, keluarga berusaha mencari keberadaannya dengan menghubungi teman-teman korban di wilayah Grati. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Sholeh menuturkan, keluarga bahkan sempat meminta petunjuk kepada seorang dukun yang menyarankan pencarian dilakukan ke arah Probolinggo. Pada Sabtu malam, keluarga kemudian mengetahui adanya informasi penemuan mayat di media sosial.

“Di media sosial ramai ada penemuan jenazah. Kami melihat sarung yang dipakai sama, lalu dari wajahnya juga kami yakin itu adik kami. Akhirnya keluarga datang ke Probolinggo,” katanya.

Sholeh juga mengungkapkan sejumlah barang milik korban belum ditemukan, di antaranya sepeda motor Honda Beat merah hitam yang digunakan saat berangkat, telepon seluler, dompet, serta surat tanda nomor kendaraan (STNK).

“Motornya tidak ada, dompet juga tidak ada, HP tidak ada. Padahal STNK motornya baru seminggu lalu diperpanjang,” ucapnya.

Sementara itu, KBO Satreskrim Polres Probolinggo Kota, Ipda Tri Suswahyudi, mengatakan autopsi terhadap jenazah korban dilakukan bekerja sama dengan tim Dokpol Polda Jawa Timur yang berlangsung selama kurang lebih 5 jam pada hari Minggu, 5 Juli 2026 sekira pukul 10.00 WIB.

Pemeriksaan tersebut melibatkan enam dokter yang memeriksa seluruh bagian tubuh korban untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya.

Halaman Selanjutnya
img_title