Korsleting Listrik Picu Kebakaran Toko UB Berlian di Paiton Probolinggo, Kerugian Capai Rp300 Juta

Petugas melakukan pemadaman
Sumber :
  • dok. Damkar Kabupaten Probolinggo/ VIVA Banyuwangi

Probolinggo, VIVA Banyuwangi –Sebuah toko milik UD Berlian di Dusun Krajan, Desa Paiton, Kabupaten Probolinggo, terbakar pada Jumat, 10 Juli 2026 siang. Kebakaran melanda bangunan yang digunakan sebagai minimarket sekaligus toko ban tersebut. Api diduga berasal dari korsleting pada kabel panel listrik yang kemudian merembet ke barang-barang mudah terbakar di dalam bangunan.

img_title BNPB Siapkan Dua Helikopter Water Bombing untuk Bantu Padamkan Kebakaran Bromo

Peristowa bermula saat aliran listrik di minimarket tiba-tiba padam. Salah seorang karyawan kemudian keluar untuk memeriksa penyebabnya. Saat berada di luar bangunan, terlihat kobaran api muncul dari bagian atas toko ban, tepatnya di area panel listrik.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Probolinggo, Andrea Parsauliana, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas sekira pukul 12.10 WIB. Tim pemadam langsung bergerak menuju lokasi dan tiba hanya dua menit kemudian.

img_title Karhutla Bromo Belum Usai, Titik Api Kembali Muncul di Lereng Jantur

“Kami menerima laporan pada pukul 12.10 WIB dan langsung mengerahkan personel ke lokasi. Setibanya di sana, api sudah membesar sehingga petugas segera melakukan penyemprotan untuk mencegah api meluas ke bangunan di sekitarnya,” ujar Kabid Damkar Andre.

Menurut Andre, titik awal kebakaran diduga berasal dari korsleting pada kabel panel listrik. Percikan api kemudian mengenai barang-barang yang mudah terbakar, termasuk tabung gas LPG dan material lain yang berada di dalam toko.

img_title Meski Juli Alami Deflasi Bulanan, Inflasi Tahunan Kota Probolinggo Tercatat 2,54 Persen

“Api diduga berasal dari korsleting pada kabel panel listrik. Selanjutnya merembet ke bahan-bahan yang mudah terbakar di dalam toko sehingga kobaran api cepat membesar,” katanya.

Bangunan toko berukuran sekitar 6 x 21 meter itu mengalami kerusakan cukup parah akibat dilalap api. Petugas pemadam melakukan pemadaman sekaligus pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

“Setelah api berhasil dipadamkan, kami melanjutkan proses pendinginan agar tidak terjadi kebakaran susulan dari bara api yang masih tersisa,” tambahnya.

Proses penanganan kebakaran selesai sekira pukul 13.19 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

Akibat kejadian ini, pemilik toko, Husno Alipun, mengalami kerugian yang diperkirakan sekitar Rp300 juta.

Dalam proses penanganan, petugas Damkar dibantu unsur dari Kecamatan Paiton, Polsek Paiton, Koramil Paiton, tim pemadam PLTU Paiton, serta Relawan Kebakaran (Redkar) Kabupaten Probolinggo.