Tradisi Balap Perahu Fiber di Probolinggo Kembali Digelar, 50 Peserta Lomba Ramaikan Pantai Darmo
- https://www.tvonenews.com/gallery-foto/daerah/jatim/452967-puluhan-nelayan-di-probolinggo-adu-cepat-lomba-balap-perahu-fiber
Probolinggo, VIVA Banyuwangi –Tradisi balap perahu fiber kembali digelar di Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada Minggu, 12 Juli 2026. Agenda tahunan tersebut berlangsung di Pantai Darmo, Desa Banjarsari, dan menjadi tontonan yang menyedot perhatian warga pesisir. Sebanyak 50 peserta yang merupakan nelayan dari Kecamatan Sumberasih dan sejumlah kecamatan lain turut ambil bagian dalam perlombaan ini. Ribuan warga memadati kawasan Pantai Darmo untuk menyaksikan jalannya lomba balap perahu fiber.
Tradisi balap perahu fiber telah berlangsung selama puluhan tahun dan menjadi bagian dari budaya masyarakat pesisir setempat. Perlombaan mempertandingkan dua kategori, yaitu Kelas A untuk perahu dengan panjang maksimal 6,2 meter dan Kelas B untuk perahu dengan panjang di atas 6,2 meter. Seluruh peserta diwajibkan menggunakan mesin berkekuatan 6,5 PK agar persaingan berlangsung seimbang di lintasan balap. Lintasan lomba sepanjang sekitar dua kilometer disesuaikan dengan kondisi pasang surut air laut yang memengaruhi jalannya pertandingan.
Ketua Panitia Muhammad Saturi menjelaskan bahwa kegiatan balap perahu fiber diselenggarakan secara rutin setiap tahun. Menurutnya, kegiatan ini tidak semata-mata menjadi ajang adu kecepatan, tetapi juga momentum silaturahmi antarnelayan dan hiburan bagi masyarakat. “Kegiatan ini memang rutin kami laksanakan setiap tahun. Selain menjadi ajang silaturahmi bagi para nelayan, lomba ini juga kami hadirkan sebagai hiburan untuk masyarakat,” ujarnya.
Pelaksanaan lomba dibagi dalam beberapa tahapan, mulai dari babak penyisihan hingga semifinal dan final. Babak penyisihan digelar pada hari pertama, sedangkan semifinal dan final berlangsung pada hari kedua. Jadwal pertandingan disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasang surut air laut sehingga pelaksanaan lomba dapat berjalan lancar. Dalam setiap heat, empat perahu saling bersaing menuntaskan tiga putaran untuk menentukan peserta yang berhak melaju ke babak selanjutnya. Peserta yang finis paling cepat dinyatakan lolos hingga akhirnya diperoleh juara perlombaan.
Saturi menambahkan bahwa antusiasme peserta maupun penonton pada pelaksanaan tahun ini sangat tinggi. Sebanyak 50 peserta ikut ambil bagian dalam lomba, sementara ribuan warga memenuhi area Pantai Darmo untuk menyaksikan langsung jalannya balapan. “Alhamdulillah peserta yang mengikuti lomba sangat banyak hingga mencapai 50 orang. Penontonnya juga membludak karena kegiatan ini memang selalu menjadi hiburan yang ditunggu masyarakat,” katanya. Kehadiran penonton yang memadati kawasan pantai menunjukkan bahwa tradisi balap perahu fiber masih menjadi agenda yang dinanti warga pesisir.
Salah seorang penonton, Rizka, mengaku selalu menyempatkan diri hadir setiap kali lomba balap perahu fiber digelar. Ia datang bersama keluarganya untuk menyaksikan perlombaan dari lokasi terbaik meski harus melewati genangan air. “Saya setiap tahun selalu menonton lomba ini. Tadi malah anak saya yang mengajak berangkat lebih awal supaya bisa dapat tempat yang enak untuk melihat balapan,” tuturnya. Antusiasme penonton seperti Rizka menunjukkan bahwa lomba balap perahu fiber bukan hanya menjadi ajang kompetisi bagi nelayan, tetapi juga menjadi bagian dari rekreasi keluarga di wilayah pesisir Probolinggo.
Berdasarkan keterangan tvOnenews.com, lomba balap perahu fiber di Pantai Darmo ini kembali menegaskan peran tradisi lokal sebagai sarana penguatan kebersamaan dan silaturahmi. Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi nelayan untuk menunjukkan kemampuan mengendalikan perahu fiber di atas lintasan laut yang dipengaruhi pasang surut. Dengan dukungan puluhan peserta dan ribuan penonton, tradisi tahunan ini diperkirakan akan terus dilaksanakan sebagai bagian dari kalender budaya masyarakat pesisir Probolinggo.