Dipilih Kemenko Pangan, Banyuwangi Jadi Percontohan Sistem Pemantauan Beras Nasional

Kementrian Koordinator Pangan menunjuk Kabupaten Banyuwangi untuk menjadi model monitoring pangan nasional
Sumber :
  • https://banyuwangikab.go.id/berita/miliki-ekosistem-yang-mendukung-kemenko-pangan-tunjuk-banyuwangi-percontohan-monitoring-pangan-nasional

Banyuwangi, VIVA BanyuwangiKabupaten Banyuwangi kembali mendapat kepercayaan dari pemerintah pusat. Kali ini, daerah ujung timur Pulau Jawa tersebut ditunjuk sebagai daerah percontohan pengembangan Dashboard Rice Journey, sistem digital yang dirancang untuk memantau rantai pasok beras sekaligus mendukung pengambilan kebijakan pangan secara nasional.

img_title Inovasi Teknologi Tepat Guna pada Usaha Ladrang Maniskoe Kabupaten Banyuwangi

Penunjukan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi yang mempertemukan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Staf Ahli Menko Bidang Ekonomi Maritim Kemenko Pangan, Sugeng Santoso, menjelaskan Dashboard Rice Journey akan menjadi Decision Support System (DSS) yang menyajikan data beras secara real time. Sistem ini diharapkan mampu membantu pemerintah mendeteksi potensi persoalan pangan sejak dini.

img_title Penguatan Ekonomi Usaha Ladrang Maniskoe Melalui Inovasi Teknologi dan Manajemen Usaha Terdampak Efisiensi

Melalui dashboard tersebut, pemerintah dapat memantau berbagai indikator penting, mulai dari risiko penurunan produksi, kenaikan harga, kelangkaan pasokan, hingga faktor-faktor yang memengaruhinya seperti distribusi, stok, kondisi cuaca, logistik, hingga perilaku pasar.

"Dashboard tidak hanya mampu mendeteksi potensi gangguan secara dini, tetapi juga menjelaskan hubungan sebab-akibat, mengevaluasi kualitas bukti, mensimulasikan berbagai skenario kebijakan, serta menghasilkan rekomendasi intervensi yang tepat sasaran" (06/07/26) ujar Sugeng dikutip dari BeritaBwi

img_title Kolaborasi Legenda 90-an dan Pemain Muda Bawa RW 5 Galekan Bantai Lawan 4:1!

Menurut Sugeng, pengembangan sistem ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mencapai target peningkatan Indeks Ketahanan Pangan Nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

Banyuwangi dipilih karena dinilai memiliki ekosistem yang mendukung. Selain menjadi salah satu daerah penghasil beras, Banyuwangi juga dinilai aktif melakukan pengendalian distribusi pangan dan inflasi daerah, serta telah menerapkan tata kelola pemerintahan berbasis teknologi informasi.

Model Dashboard Rice Journey yang dikembangkan di Banyuwangi nantinya akan menjadi acuan bagi daerah lain di Indonesia dalam membangun sistem pemantauan pangan yang terintegrasi.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung penuh program tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan pemerintah pusat diharapkan mampu memperkuat tata kelola pangan berbasis data sekaligus mendukung peningkatan produksi pangan nasional.

"Terima kasih atas kepercayaan Kemenko Pangan kepada Banyuwangi. Semoga kolaborasi ini menghasilkan kebijakan tata kelola pangan berbasis kondisi wilayah untuk memaksimalkan produksi pangan nasional," kata Ipuk.

Halaman Selanjutnya
img_title