Perempuan 20 Tahun di Probolinggo Dibegal Saat Hendak Jemput Adik, Motor Dibawa Kabur Pelaku Bersenjata Celurit
- dok. Siti Rofi'ah/ VIVA Banyuwangi
Probolinggo, VIVA Banyuwangi –Seorang perempuan berusia 20 tahun menjadi korban pembegalan saat melintas di jalan desa wilayah Desa Blado Kulon, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo. Dalam kejadian tersebut, sepeda motor Honda Vario milik korban dibawa kabur oleh dua orang pelaku yang membawa senjata tajam jenis celurit.
Korban diketahui bernama Siti Rofi’ah, warga Desa Blado Kulon. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 14 Juli 2026 sekira pukul 15.00 WIB, saat korban sedang dalam perjalanan untuk menjemput adiknya yang pulang sekolah.
Siti menceritakan, sebelum kejadian dirinya sempat melihat dua orang pelaku dari arah berlawanan. Namun, Siti tidak menaruh curiga karena mengira kedua orang tersebut merupakan petugas bank keliling yang biasa mendatangi rumah warga.
“Saya memang mau jemput adik saya, pulang sekolah. Waktu di jalan saya melihat orang itu dari sebelumnya di perempatan. Saya dari arah timur, mereka dari barat, terus sama-sama belok ke utara,” ujar Siti pada Rabu, 15 Juli 2026.
Korban mengaku baru merasa khawatir ketika pelaku mulai mendekati kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Saat itu, kondisi jalan yang dilalui cukup sepi dan jauh dari permukiman warga.
“Saya lihat lagi ke spion, orang itu seperti ngebut, kayak memang mengejar saya. Di situ saya mulai panik karena tidak ada orang sama sekali,” katanya.
Tak lama kemudian, pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor Vario merah langsung mendekati korban. Pelaku mengambil kunci kontak sepeda motor korban hingga kendaraan tersebut mati.
Siti mengatakan, pelaku kemudian menarik sepeda motornya hingga dirinya terjatuh ke sisi jalan. Saat itu, ia masih belum menyadari sepenuhnya bahwa dirinya sedang menjadi korban begal.
“Langsung dipepet dari sebelah kanan, kotak sepeda saya langsung ditarik. Sepeda saya langsung mati karena kontaknya sudah di pelaku,” ungkapnya.
Setelah korban terjatuh, salah satu pelaku turun dan mengambil alih sepeda motor miliknya. Sementara itu, pelaku lainnya tetap berada di atas kendaraan.
Korban yang berusaha menyelamatkan telepon genggamnya yang sempat terjatuh, kemudian melihat salah satu pelaku mengeluarkan celurit. Senjata tajam tersebut digunakan untuk mengancam korban agar tidak melakukan perlawanan.