Latihan Udara Multinasional di Australia, TNI AU Kirim Lima Pesawat T-50i Golden Eagle
- https://img.antaranews.com/cache/1200x800/2026/07/17/1001517782.jpg.webp
Magetan, VIVA Banyuwangi –Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) mengirimkan lima pesawat tempur jenis T-50i Golden Eagle dari Skadron Udara 15 untuk mengikuti latihan udara multinasional di Darwin, Australia. Latihan yang diselenggarakan Royal Australian Air Force (RAAF) itu dijadwalkan berlangsung pada 17 Juli hingga 7 Agustus 2026. Pengiriman pesawat tersebut menandai keikutsertaan Indonesia dalam salah satu ajang latihan tempur bergengsi di kawasan.
Dilansir dari Antaranews Sulteng, pesawat dan para penerbangnya dilepas langsung oleh Panglima Komando Operasi Udara (Pangkoopsau) Marsda TNI Djoko Hadipurwanto. Prosesi pelepasan dilaksanakan di Lanud Iswahjudi, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, pada Rabu, 15 Juli 2026. Pengiriman lima pesawat T-50i ini menjadi bagian dari upaya TNI AU meningkatkan kemampuan operasi udara melalui latihan bersama dengan berbagai negara sahabat.
Marsda TNI Djoko Hadipurwanto menjelaskan bahwa ajang latihan tersebut merupakan salah satu kegiatan latihan tempur yang paling bergengsi di tingkat internasional. Ia menyebut, latihan udara multinasional di Darwin diikuti oleh 20 negara sahabat yang menjalin kerja sama dengan Australia. Dengan banyaknya negara peserta, latihan ini menjadi momentum penting bagi TNI AU untuk menunjukkan profesionalisme dan kemampuan alutsista udara Indonesia.
Djoko menekankan bahwa seluruh personel TNI AU yang terlibat dalam latihan harus memberikan penampilan terbaik demi mengharumkan nama bangsa. Menurut dia, ajang ini bukan hanya sekadar latihan, tetapi juga sarana untuk memperlihatkan kesiapan dan kualitas penerbang tempur Indonesia di hadapan komunitas internasional. Ia mengingatkan bahwa setiap manuver dan operasi yang dilakukan selama latihan mencerminkan citra TNI AU di mata dunia.
Dalam arahannya, Pangkoopsau juga mengingatkan para penerbang T-50i untuk tetap mematuhi standar keamanan selama mengikuti latihan bersama di Darwin. Ia menegaskan bahwa aspek keselamatan terbang dan kerja harus menjadi prioritas utama dalam setiap tahap latihan. Penerapan prosedur keamanan secara disiplin dinilai penting untuk menjamin kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan latihan multinasional tersebut.
“Seluruh personel memanfaatkan latihan sebagai sarana meningkatkan kapasitas, memperluas wawasan serta memperkaya pengalaman dalam operasi udara modern, dengan tetap mengutamakan keamanan serta keselamatan terbang dan kerja,” ujar Djoko. Ia berharap para penerbang dan kru teknis dapat menyerap sebanyak mungkin pengalaman, baik dari skenario latihan maupun dari interaksi dengan personel angkatan udara negara lain. Menurutnya, pertukaran pengalaman dan pengetahuan menjadi salah satu nilai lebih dari latihan bersama skala besar seperti ini.
Dengan penyelenggaraan latihan udara multinasional tersebut, Djoko mengharapkan eksistensi TNI AU di mata dunia semakin meningkat. Ia menilai, keikutsertaan Indonesia bersama 20 negara sahabat dalam latihan di Darwin berpotensi memperkuat posisi TNI AU sebagai angkatan udara yang modern dan profesional. Selain itu, keterlibatan aktif dalam latihan bersama dinilai dapat menambah kepercayaan negara lain terhadap kemampuan pertahanan udara Indonesia.
Latihan ini juga diharapkan dapat mempererat hubungan bilateral Indonesia dengan negara-negara peserta, khususnya Australia sebagai tuan rumah. Kerja sama di bidang pertahanan udara melalui latihan rutin dipandang sebagai salah satu cara untuk membangun saling percaya dan memperkuat stabilitas kawasan. Dengan adanya latihan tersebut, TNI AU menargetkan peningkatan interoperabilitas, pemahaman taktik, dan koordinasi lintas angkatan udara.
Pengiriman lima pesawat T-50i Golden Eagle dari Skadron Udara 15 ke Darwin menjadi bagian dari komitmen TNI AU untuk terus mengembangkan kemampuan tempur dan operasi udara modern. Pesawat T-50i, yang selama ini digunakan sebagai pesawat latih tempur, memiliki peran strategis dalam mendukung kesiapan penerbang tempur Indonesia. Melalui latihan bersama ini, pesawat dan penerbang T-50i mendapat kesempatan menguji kemampuan dalam skenario operasi udara multinasional yang kompleks.
Dikutip dari laporan Antaranews Sulteng, keikutsertaan Indonesia di latihan udara multinasional RAAF di Darwin menjadi salah satu agenda penting TNI AU pada pertengahan 2026. Menegaskan bahwa kegiatan tersebut diharapkan berdampak positif terhadap kapasitas personel, citra TNI AU, dan hubungan Indonesia dengan negara-negara sahabat peserta latihan.