210 Mahasiswa Unair Siap Mengabdi di 22 Desa Banyuwangi

Unair Terjunkan 210 Mahasiswa KKN di Banyuwangi
Sumber :
  • Dok. Humas Pemkab Banyuwangi/ VIVA Banyuwangi

Banyuwangi, VIVA Banyuwangi –Universitas Airlangga (Unair) kembali menggelar Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) di Banyuwangi dengan menerjunkan 210 mahasiswa.

img_title Aset BMD Banyuwangi Bakal Lokasi Dok Kapal Desa Sumber Kencono Tertulis Taman Pada Nomenklatur
Ratusan mahasiswa tersebut dilepas di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Senin 13 Juli 2026 untuk melaksanakan pengabdian di empat kecamatan di Banyuwangi.
 
img_title Kasus Celurit Penghabisan di Desa Sidowangi, Terlapor Diperiksa Polisi
Sebanyak 210 mahasiswa dari berbagai fakultas didampingi sebelas dosen pembimbing dan dibagi dalam 42 kelompok yang tersebar di 22 desa.
 
img_title Strategi Cerdas Kades Sidowangi Muansin: Jadikan Lomba 17an Ajang Promosi Tembakau Terbaik
Mereka akan menjalankan program pengabdian selama 28 hari di Kecamatan Tegalsari, Bangorejo, Siliragung, dan Pesanggaran dengan potensi wilayah yang beragam.
 
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Banyuwangi, M Yanuar Bramuda, mengapresiasi kontribusi Universitas Airlangga dalam mendukung pembangunan daerah.
 
"Kami bersyukur Unair terus memberikan kontribusi nyata kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan masyarakat Banyuwangi," kata Bram usai melepas mahasiswa KKN Unair.
 
Sebelumnya Unair telah bekerjasama dengan Pemkab Banyuwangi untuk pengembangan Rumah Sakit Blambangan dan Genteng sebagai laboratorium pembelajaran bagi mahasiswa kesehatan.
 
"Kami ingin Rumah Sakit Blambangan dan Rumah Sakit Genteng menjadi rumah sakit rujukan terbaik di wilayah Sekar Kijang. Alat kami siapkan, tetapi tenaga masih kurang," ujarnya.
 
Bram juga meminta mahasiswa mengeksplorasi berbagai potensi daerah selama menjalani pengabdian, mulai dari pondok pesantren, pertanian, perkebunan, hingga destinasi wisata.
 
"Silakan gali dan kembangkan potensi yang kita miliki. Seperti di Tegalsari misalnya, daerah ini memiliki banyak pondok pesantren yang bisa menjadi mitra kolaborasi teman-teman. Bangorejo unggul dengan sektor pertanian dan buah naga, sementara Siliragung dan Pesanggaran menyimpan potensi pertanian dan pariwisata yang luar biasa," kata Bram.
 
Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Unair Banyuwangi, Dr. Rahadian Indarto Susilo, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang belajar langsung bagi mahasiswa.
 
"Kegiatan ini bukan sekadar latihan, tetapi interaksi nyata dengan masyarakat untuk memecahkan persoalan dari berbagai sudut pandang keilmuan dan menghadirkan solusi," ujar Rahadian.
 
Ia juga mengingatkan mahasiswa menjaga etika selama berada di tengah masyarakat dan bijak menggunakan media sosial karena Banyuwangi memiliki tingkat literasi digital yang tinggi.