Diduga Akibat Aki Meledak, 9 Pekerja Kapal di Pelabuhan Mayangan Kota Probolinggo Keracunan Gas, 1 Tewas
- Dok. Polres Probolinggo Kota/ VIVA Banyuwangi
Probolinggo, VIVA Banyuwangi –Aktivitas perbaikan kapal di Pelabuhan Mayangan, Kota Probolinggo, berubah menjadi kepanikan setelah sejumlah pekerja tiba-tiba mengalami sesak napas hingga kehilangan kesadaran. Dalam kejadian tersebut, satu pekerja dilaporkan meninggal dunia.
Peristiwa itu terjadi saat para pekerja kembali melanjutkan proses perbaikan kapal yang sebelumnya sempat dihentikan pada hari Jumat, 17 juli 2026. Saat memasuki bagian dalam kapal, tepatnya area lambung kapal, beberapa pekerja diduga terpapar gas yang menyebabkan mereka mengalami gangguan pernapasan.
Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Didik Hariyono mengatakan, kapal tersebut memang sedang menjalani proses perbaikan sebelum kejadian berlangsung.
“Kapal itu kan sudah ngetop, ada perbaikan. Kemarin sore akinya meledak, informasinya akinya meledak. Terus pekerjaan dihentikan, mereka pulang,” ujar Didik.
Keesokan harinya, pekerjaan kembali dilanjutkan oleh para pekerja. Namun, saat salah satu pekerja masuk ke ruangan kapal, kondisi tidak terduga terjadi.
“Kemudian pagi hari tadi dilanjutkan, terus masuk ke ruangan kapal tersebut, salah satu pekerja langsung sesak napas. Yang lainnya membantu, ikut-ikut pingsan,” jelasnya.
Para pekerja lain yang berusaha memberikan pertolongan justru ikut terdampak hingga akhirnya beberapa orang harus dievakuasi dari lokasi kejadian.
Kasi Humas Polres Probolinggo Kota Iptu Zainullah mengatakan, pihaknya menerima laporan adanya sembilan pekerja yang mengalami keracunan. Petugas kemudian langsung melakukan evakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.
“Tadi kami menerima laporan bahwa di Pelabuhan Mayangan ada ditemukan beberapa orang yang keracunan, kurang lebih sembilan orang. Mereka ini bekerja memperbaiki kapal,” kata Zainullah.
Dari jumlah tersebut, satu orang dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit.
“Kita evakuasi ke rumah sakit, dan didapati satu orang telah meninggal dunia,” imbuhnya.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut, termasuk memastikan zat atau gas yang diduga menyebabkan para pekerja mengalami keracunan.
Petugas juga masih mendalami kondisi kapal serta aktivitas perbaikan yang dilakukan sebelum kejadian.