Bukan Sekadar Santunan, BPJS Ketenagakerjaan Cetak Entrepreneur Baru

Ahli Waris Peserta Jamsostek di Banyuwangi Dilatih Wirausaha
Sumber :
  • Dok. Humas Pemkab Banyuwangi/ VIVA Banyuwangi

Banyuwangi, VIVA Banyuwangi –BPJS Ketenagakerjaan menggelar pelatihan kewirausahaan bagi ahli waris penerima manfaat program jaminan kematian. Sehingga selain santunan, para ahli waris bisa tetap mendapatkan penghasilan untuk kesejahteraan keluarganya.

img_title Kolaborasi Legenda 90-an dan Pemain Muda Bawa RW 5 Galekan Bantai Lawan 4:1!
Pelatihan tersebut dibuka oleh Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Banyuwangi, Jumat 17 Juli 2026. Turut hadir, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
 
img_title Ketenangan Heri Kuswanto Selamatkan Laga Panas RW 1 Galekan vs RW 4 Krajan dari Kekacauan
Pelatihan ini diikuti sebanyak 100 orang ahli waris. Mereka adalah para istri, suami, maupun anak dari peserta BPJS Ketenagakerjaan yang telah meninggal dunia saat bekerja. Selama sehari penuh, mereka mendapatkan berbagai pelatihan. Mulai kewirausahaan, membuat makanan olahan, hingga pengurusan sertifikasi halal.
 
img_title Dari Hobi Jadi Prestasi: Tournament Mini Soccer RW se-Desa Bajulmati Ide Kreatif Achmad Thoha Pukau Warga
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, menyampiakan pelatihan yang dikemas dalam Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA) itu sebagai upaya untuk menumbuhkan semangat entrepreneurship kepada para ahli waris penerima manfaat.
 
Dengan Harapan, mereka bisa menata kembali perekonomian keluarganya pasca tidak memperoleh pendapatan tetap lagi dari pencari nafkah.
 
“Kami ingin memastikan mereka tidak hanya menerima santunan, tetapi juga memperoleh keterampilan, pengetahuan, dan pendampingan agar mampu hidup lebih baik dan kembali produktif," ujar Saiful.
 
Ia menjelaskan, program PEKA dikembangkan melalui konsep 3P, yaitu Pelatihan, Produktif, dan Profit. Peserta dibekali keterampilan dan pengetahuan, didampingi mengembangkan usaha, hingga diharapkan mampu memperoleh pendapatan yang berkelanjutan bagi keluarganya.
 
“Dari pelatihan ini kami targetkan 10 persennya bisa menjadi produktif. Kami akan lakukan pendampingan dan sandingkan dengan ekosistem lain yang akan membantu mereka dalam mendapatkan pendanaan hingga proses pemasarannya,” kata Saiful.
 
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani sangat mengapresiasi program PEKA yang diinisiasi BPJS Ketenagakerjaan tersebut. Menurutnya, program ini semakin melengkapi berbagi program pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan yang sudah dilakukan pemerintah daerah.
 
Salah satunya, program Warung Naik Kelas (Wenak) yang memberikan bantuan alat usaha produktif bagi keluarga kurang mampu. Aad juga bantuan Kanggo Riko yang memberikan bantuan alat usaha yang diutamakan bagi para perempuan tulang punggung keluarga.
 
Selain itu, Banyuwangi juga menggeber ribuan pelatihan kerja bagi anak-anak muda usia produktif sesuai passionnya. Seperti pelatihan barbershop, menjahit, digital marketing, dan banyak lainnya. Dengan harapan, keterampilan tersebut bisa bermanfaat untuk meningkatkan kemandirian ekonomi warga.
Halaman Selanjutnya
img_title