Bikin Delegasi ASEAN Terpukau, Kampung Nelayan Modern Banyuwangi Disebut Layak Ditiru Negara Lain

Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) Lateng Banyuwangi menjadi best practice delegasi ASEAN ID Blue.
Sumber :
  • https://banyuwangikab.go.id/berita/gerakkan-ekonomi-masyarakat-pesisir-lewat-hilirisasi-berbasis-wisata-knmp-banyuwangi-jadi-best-practise-delegasi-forum-asean

Banyuwangi, VIVA BanyuwangiKampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Lateng di Kabupaten Banyuwangi mencuri perhatian para delegasi internasional yang mengikuti forum ASEAN ID Blue 2026. Kawasan nelayan modern tersebut bahkan dinilai layak menjadi contoh pengembangan ekonomi biru berbasis masyarakat bagi sejumlah negara kepulauan.

img_title Kades Achmad Thoha Buka Turnamen Mini Soccer HUT RI ke-81 di Bajulmati

Dilansir dari BeritaBwi Kunjungan lapangan itu menjadi bagian dari rangkaian ASEAN ID Blue yang berlangsung pada 16-19 Juli 2026 dan diikuti delegasi negara-negara ASEAN, East Asia Summit (EAS), serta Pacific Islands Forum (PIF).

Para delegasi melihat secara langsung bagaimana kawasan pesisir di Banyuwangi berhasil disulap menjadi sentra ekonomi yang menggabungkan sektor perikanan, UMKM, hingga pariwisata kuliner.

img_title Comeback! RW 3 Krajan Sukses Taklukkan RW 1 Karanganyar 1:5 Tournament Mini Soccer Desa Bajulmati

Direktur Pemberdayaan Usaha Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ali Rahmat Iman Santoso, mengatakan KNMP Lateng memiliki konsep berbeda dibanding kampung nelayan modern di daerah lain.

Menurutnya, Banyuwangi memilih mengembangkan hilirisasi hasil perikanan melalui wisata kuliner sehingga nilai ekonomi hasil tangkapan nelayan meningkat.

img_title RW 3 Dusun Karanganyar Amankan 3 Point VS RW 3 Dusun Krajan di Tournament Mini Soccer Desa Bajulmati

"KNMP Banyuwangi berbeda dengan lainnya. Mereka fokus pada turisme sehingga lebih mengedepankan wisata kuliner. Hasil tangkapan nelayan langsung dibawa ke sini dan bisa langsung diolah menjadi berbagai macam kuliner," ujar Ali saat mengunjungi KNMP Lateng, Sabtu, 18 Juli 2026.

Selain mengusung konsep ekonomi biru, kawasan tersebut juga memiliki daya tarik dari sisi arsitektur. Bangunan KNMP mengadopsi rumah adat Suku Osing dengan sentuhan modern sehingga menjadi destinasi wisata yang memiliki identitas khas Banyuwangi.

Kesan positif juga datang dari Staf Ahli Diplomasi Ekonomi Kementerian Luar Negeri RI, Zelda Wulan Kartika. Ia mengaku tidak menyangka kawasan kampung nelayan di Banyuwangi berkembang begitu pesat.

"Kami tidak menyangka KNMP Banyuwangi sebagus dan semaju ini. Memang masih baru, namun melihat potensinya ke depan sangatlah besar," katanya.

Selama berada di lokasi, para delegasi berkeliling melihat berbagai fasilitas yang tersedia, mulai dari gerai kuliner, dermaga sandar perahu, lokasi pendaratan ikan, pabrik es, workshop nelayan, hingga unit pengolahan hasil laut.

Mereka juga berdialog dengan pelaku UMKM nelayan, mencicipi berbagai olahan seafood, serta melihat potensi produk perikanan Banyuwangi yang telah menembus pasar ekspor.

Halaman Selanjutnya
img_title