Usai Pelaku Bondet Diamankan, Keluarga Korban Penganiayaan Jalan Lumajang Datangi Polres, Duga Ada Keterkaitan dengan Ka
- Faradila Setya Utami/ VIVA Banyuwangi
Probolinggo, VIVA Banyuwangi –Kasus pelemparan bondet yang terjadi di Jalan Ikan Tengiri, Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, membuka dugaan adanya keterkaitan dengan perkara lain. Keluarga korban penganiayaan yang terjadi di Jalan Lumajang, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, mendatangi Polres Probolinggo Kota, pada hari Senin, 20 Juli 2026, untuk berkoordinasi dengan penyidik.
Keluarga tersebut menduga, kelompok yang diamankan dalam kasus bondet sebelumnya memiliki kaitan dengan penganiayaan yang dialami anak mereka pada Mei 2026 lalu. Saat itu, korban yang masih berstatus pelajar disebut menjadi korban pengeroyokan hingga mengalami luka.
Bambang Hartono, pihak dari keluarga korban, mengatakan kedatangannya ke Polres Probolinggo Kota dilakukan setelah mengetahui adanya penangkapan terhadap kelompok yang diduga terlibat dalam kasus bondet. Mereka berharap laporan yang sebelumnya sudah dibuat dapat kembali ditindaklanjuti.
“Jadi kami di sini keluarga korban salah satu penganiayaan yang terjadi tiga bulan lalu, bulan Mei. Kebetulan terindikasi pelakunya itu gerombolan yang sama,” ujar Bambang.
Bambang menjelaskan, perkara tersebut sebelumnya sudah ditangani oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) karena korban masih di bawah umur. Namun, pihak keluarga kembali berkoordinasi setelah mengetahui adanya kasus lain yang menyeret kelompok yang diduga sama.
“Anaknya kan masih di bawah umur, masih sekolah. Makanya dulu yang menangani PPA. Sementara kasus bondet kemarin ditangani Reskrim dan PPA karena ada anak di bawah umur juga dari pihak pelaku,” katanya.
Bambang menyebut, keluarga memiliki sejumlah bukti yang telah diserahkan kepada polisi, di antaranya rekaman CCTV dan hasil visum. Dari rekaman tersebut, keluarga menduga terdapat kesamaan orang-orang yang terlibat dalam dua kejadian tersebut.
“Bukti ada banyak, termasuk CCTV, segala macam. Visum juga sudah ada, laporan sudah ada,” ungkapnya.
Sementara itu, Rini Maya, ibu korban, menceritakan kejadian yang dialami anaknya saat berada di Jalan Lumajang, tepatnya di sekitar depan sebuah minimarket. Saat itu, anaknya baru pulang setelah latihan permainan daring dan hendak membeli sesuatu.
Menurut Rini, anaknya tiba-tiba diserang sekelompok orang hingga terjatuh. Setelah itu, sepeda motor Honda Vario warna hitam milik korban diduga dirampas.