Perseroda BTT Pasang Target Setoran PAD Rp1 Miliar, DPRD Kota Probolinggo Minta Rencana Bisnis Terukur

Rapat Banggar bersama Perseroda BTT
Sumber :
  • Faradila Setya Utami/ VIVA Banyuwangi

Probolinggo, VIVA Banyuwangi –Perseroda Bahari Tanjung Tembaga (BTT) Kota Probolinggo menargetkan mampu memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga sekitar Rp1 miliar. Target tersebut disampaikan dalam pembahasan bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Probolinggo pada hari Selasa, 21 Juli 2026 terkait rencana penyertaan modal perseroda pada 2027.

img_title Kebakaran Bromo Ancam Ekosistem TNBTS, Api Masih Aktif di Kawasan Konservasi

Direktur Perseroda Bahari Tanjung Tembaga, Novyadi mengatakan, target tersebut merupakan bagian dari proyeksi bisnis perusahaan setelah mendapatkan tambahan penyertaan modal sesuai amanat Peraturan Daerah (Perda).

Menurutnya, pada tahun kedua penyertaan modal, BTT masih akan fokus mengembangkan usaha utama di bidang jasa angkutan dan pelayanan yang berkaitan dengan aktivitas kepelabuhanan.

img_title BNPB Siapkan Dua Helikopter Water Bombing untuk Bantu Padamkan Kebakaran Bromo

“Karena kami masih penyertaan modal tahun kedua, otomatis kalau disertakan modal sekian, kira-kira potensi apa yang bisa digali oleh BTT untuk menyumbang PAD atau setoran PAD kembali ke pemerintah kota,” ujar Novyadi.

BTT sendiri direncanakan memperoleh penyertaan modal sekitar Rp9,8 miliar pada 2027. Dengan dukungan modal tersebut, perusahaan memperkirakan dapat mulai memberikan setoran PAD pada 2028 dengan estimasi sekitar Rp900 juta hingga Rp1 miliar.

img_title Karhutla Bromo Belum Usai, Titik Api Kembali Muncul di Lereng Jantur

Novyadi menyebut, pihaknya optimistis target tersebut dapat dicapai dengan memanfaatkan berbagai peluang usaha yang ada di Kota Probolinggo dan kawasan Tapal Kuda.

“Ke depan arah perusahaan tidak hanya bisa berpaku kepada satu bidang usaha saja. Peluang di Probolinggo ini terlalu besar, jadi kita harus bisa menangkap peluang yang ada,” katanya.

Meski demikian, Direktur Yadi memastikan fokus utama BTT tetap berada pada bisnis trucking dan pelayanan kepelabuhanan, khususnya terkait pengangkutan barang dari maupun menuju pelabuhan.

“Untuk fokus usaha kita tidak berubah. Kita tetap trucking, tetap pelayanan kepelabuhanan terkait masalah angkutannya dari dan menuju pelabuhan atau di sekitar Kota Probolinggo maupun Tapal Kuda,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota Banggar DPRD Kota Probolinggo, Riyadhlus Sholihin menilai rencana bisnis yang disampaikan direksi BTT cukup meyakinkan. Ia menyatakan dukungannya terhadap penyertaan modal yang telah direncanakan pemerintah daerah.

Menurutnya, tambahan modal tersebut perlu diberikan agar BTT dapat menjalankan rencana bisnis dan berkembang menjadi salah satu sumber pendapatan bagi daerah.

Halaman Selanjutnya
img_title