Petani Desa Gladag Sambut Positif Inovasi Trash Barrier KKN 04 Untag Banyuwangi
- Dovalent Vandeva Derico/ VIVA Banyuwangi
Banyuwangi, VIVA Banyuwangi – Inovasi Trash Barrier yang diinisiasi Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 4 Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi mendapat sambutan positif dari para petani di Dusun Krajan, Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi. Alat sederhana yang dipasang di saluran irigasi tersebut dinilai mampu membantu mencegah sampah menyumbat aliran air menuju area persawahan.
Selama ini, sampah yang terbawa arus dari wilayah hulu kerap menumpuk di saluran irigasi Desa Gladag. Kondisi tersebut tidak hanya menghambat kelancaran aliran air, tetapi juga menyebabkan sampah masuk ke lahan pertanian dan mengganggu aktivitas para petani.
Melihat permasalahan tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 4 Untag Banyuwangi menghadirkan Trash Barrier, yakni alat penyaring sampah yang dipasang melintang di saluran irigasi untuk menangkap sampah sebelum terbawa lebih jauh ke area persawahan.
Salah seorang petani Dusun Krajan, Supono, mengaku keberadaan Trash Barrier memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani yang selama ini bergantung pada kelancaran sistem irigasi.
"Sangat bermanfaat bagi warga masyarakat dan juga petani. Dengan adanya debit air yang kemungkinan kecil, sehingga dengan adanya ini (Trash Barrier), bisa mengalir dengan lancar. Dan sanitasi daripada air itu, bisa dimanfaatkan lebih baik oleh warga masyarakat setempat dengan adanya jaringan-jaringan yang dikelola oleh adik-adik, saudara-saudara KKN tadi," ujarnya.
Menurut Supono, sampah yang menumpuk selama ini tidak hanya menghambat distribusi air menuju persawahan, tetapi juga berpotensi memengaruhi kondisi lahan apabila terus terbawa hingga ke area pertanian.
"Memang berpengaruh. Satu, menghambat saluran air masuk ke area persawahan. Yang kedua, sampah itu menumpuk atau masuk ke daerah persawahan, sehingga akan berdampak dengan adanya kesuburan tanah juga," katanya.
Senada dengan itu, Kepala Desa Gladag, Ahmad Chaidir Sidqi, S.Sos, mengapresiasi inovasi yang dihadirkan mahasiswa KKN. Menurutnya, meskipun dibuat dengan konsep sederhana, manfaat Trash Barrier sudah dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
"Alhamdulillah luar biasa program adik-adik ini, karena langsung menyentuh kepada masyarakat dan kelihatan hasilnya seperti di belakang kita ini, sampah yang ada semua tersaring. Di bawahnya akhirnya menjadi bersih, bisa dimanfaatkan untuk masyarakat," ujarnya.