39 Kasus Kebakaran Tercatat, Damkar Probolinggo Soroti Kebiasaan Bakar Sampah dan Sisa Panen

Damkar Kota saat menangani kasus kebakaran
Sumber :
  • dok. Damkar Kota Probolinggo/ VIVA Banyuwangi

Probolinggo, VIVA Banyuwangi –Kebiasaan masyarakat membakar sampah maupun sisa hasil pertanian menjadi perhatian Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Probolinggo. Aktivitas tersebut dinilai berpotensi memicu kebakaran, terutama saat cuaca panas disertai angin kencang.

img_title Kebakaran Bromo Ancam Ekosistem TNBTS, Api Masih Aktif di Kawasan Konservasi

Data Damkar Kota Probolinggo mencatat, sejak Januari hingga 21 Juli 2026 terdapat 39 kejadian kebakaran yang ditangani petugas. Salah satu kejadian yang cukup sering ditemukan dalam beberapa waktu terakhir adalah kebakaran lahan.

Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat dan Pemadam Kebakaran Satpol PP Kota Probolinggo, Tri Setyo Anggodo, menyebut sebagian kebakaran lahan dipicu oleh aktivitas pembakaran yang dilakukan masyarakat.

img_title BNPB Siapkan Dua Helikopter Water Bombing untuk Bantu Padamkan Kebakaran Bromo

“Beberapa minggu ini kebakaran lahan itu sering terjadi. Ini terkait dengan pola perilaku masyarakat sendiri,” ujar Tri pada hari Selasa, 21 Juli 2026.

Menurutnya, masih ada masyarakat yang membakar sisa panen di area persawahan karena menganggap aktivitas tersebut tidak berdampak terhadap lingkungan sekitar. Padahal, lokasi sawah yang berdekatan dengan permukiman maupun fasilitas umum membuat api dan asap berpotensi mengganggu warga.

img_title Karhutla Bromo Belum Usai, Titik Api Kembali Muncul di Lereng Jantur

Tri mencontohkan, kebakaran lahan sempat terjadi di sisi timur Mal Pelayanan Publik (MPP) sebanyak dua kali. Selain itu, kejadian serupa juga terjadi di sekitar area wisata Miniland yang berdampak terhadap aktivitas pengunjung.

“Petani-petani itu membakar sisa panennya yang mungkin dianggap tidak berdampak ke masyarakat sekitar. Tetapi akibat dari pembakaran itu, dampak asapnya sangat berpengaruh ke tetangga dan masyarakat sekitarnya,” jelasnya.

Selain pembakaran sisa pertanian, Damkar juga menyoroti kebiasaan membakar sampah tanpa memastikan api benar-benar padam. Kondisi cuaca panas dan angin yang cukup kencang membuat bara api mudah terbawa dan menyebar ke benda yang mudah terbakar.

“Kadang masyarakat tidak sadar kalau sekarang ini musim angin dan musim panas. Setelah bakar sampah, mereka tinggal. Setelah itu asap apinya menyebar dan sulit terkendali,” katanya.

Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas yang berkaitan dengan api. Warga diimbau memastikan api sudah benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi pembakaran.

Tri menegaskan, laporan kebakaran sekecil apa pun tetap perlu segera disampaikan kepada petugas agar api tidak berkembang dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

Halaman Selanjutnya
img_title