171 Kali Rescue, Damkar Kota Probolinggo Lebih Sering Tangani Ular dan Tawon daripada Memadamkan Api
- dok. Damkar Kota Probolinggo/ VIVA Banyuwangi
Probolinggo, VIVA Banyuwangi –Tugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Probolinggo tidak hanya berkaitan dengan penanganan kebakaran. Di luar tugas memadamkan api, petugas juga cukup sering menerima laporan penyelamatan atau rescue dari masyarakat.
Berdasarkan data Damkar Kota Probolinggo, hingga 21 Juli 2026 tercatat ada 171 penanganan rescue non-kebakaran. Dari jumlah tersebut, kasus evakuasi ular menjadi salah satu yang paling banyak ditangani petugas.
Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat dan Pemadam Kebakaran Satpol PP Kota Probolinggo, Tri Setyo Anggodo, mengatakan laporan yang masuk cukup beragam, mulai dari penyelamatan hewan hingga penanganan kondisi yang membahayakan masyarakat.
“Kalau pengaduan masyarakat, tidak hanya kebakaran. Ada juga non-kebakaran seperti ular, tawon, kucing, anjing, sampai tumpahan solar,” ujar Tri saat ditemui di Mako pada Selasa, 21 Juli 2026.
Dari total 171 laporan tersebut, evakuasi ular tercatat sebanyak 34 kejadian. Jumlah itu disusul penanganan sarang tawon sebanyak 32 kejadian, tumpahan pasir atau BBM sebanyak 29 kejadian, serta evakuasi biawak sebanyak 14 kejadian.
Selain itu, petugas juga menangani berbagai laporan lain, seperti penyelamatan kucing sebanyak 12 kejadian, cincin yang sulit dilepas 11 kejadian, monyet enam kejadian, anjing lima kejadian, serta tokek satu kejadian.
Tri menjelaskan, tingginya laporan rescue menunjukkan bahwa masyarakat kini tidak hanya menghubungi Damkar ketika terjadi kebakaran, tetapi juga saat menghadapi situasi yang membutuhkan bantuan petugas.
“Memang sekarang hampir setiap hari ada pengaduan. Tidak terus-menerus setiap hari, tapi paling tidak dalam seminggu pasti ada laporan kebakaran maupun non-kebakaran,” katanya.
Menurut Tri, petugas Damkar tetap memberikan pelayanan selama 24 jam untuk menangani berbagai laporan masyarakat. Jika kejadian membutuhkan penanganan lebih lanjut, personel yang sedang tidak bertugas juga dapat dikerahkan untuk membantu.
Tri menambahkan, beberapa penanganan membutuhkan keahlian khusus agar tidak membahayakan warga maupun petugas. Salah satunya saat melakukan evakuasi hewan seperti ular atau tawon yang berpotensi menyerang.
“Kami berharap masyarakat tidak ragu melapor. Kalau memang ada kondisi yang membahayakan dan tidak bisa ditangani sendiri, silakan hubungi kami,” ucapnya.
Selain menerima laporan melalui Call Center 112, masyarakat juga dapat menghubungi langsung Mako Damkar Kota Probolinggo (0335) 421113. Petugas akan melakukan penanganan sesuai jenis laporan yang diterima.