Hilirisasi Jagung Diperkuat, Pemkab Jember Gandeng UKRI dan Kementerian

Bupati Jember, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM dan Dekan Fakultas Pertanian UKRI di Jenggawah
Sumber :
  • https://img.antaranews.com/cache/800x533/2026/07/21/WhatsApp-Image-2026-07-21-at-22.18.32.jpeg.webp

Jember, VIVA Banyuwangi –Pemerintah Kabupaten Jember bekerja sama dengan Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) menginisiasi program inkubator agribisnis untuk memperkuat hilirisasi komoditas pertanian, khususnya jagung di daerah setempat.

img_title World Kids x Pets Carnival JFC di Jember, Tumbuhkan Kreativitas Anak dan Cinta Hewan

Program tersebut resmi diluncurkan dalam sebuah acara di Kabupaten Jember pada Selasa, 21 Juli 2026, yang turut dihadiri jajaran pemerintah daerah, akademisi, dan perwakilan kementerian terkait. dikutip dari laman jatim.antaranews

Peluncuran inkubator agribisnis itu digelar beriringan dengan kegiatan tanam perdana jagung di Kecamatan Jenggawah, Jember. Kegiatan tersebut diikuti Bupati Jember Muhammad Fawait, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Riza Damanik, serta Dekan Fakultas Pertanian UKRI, M. Arief A. Bisma.

img_title KASAU Hadiri Panen Raya Tebu di Jember, Tegaskan Dukungan Target Swasembada Gula Nasional

Momentum tersebut menjadi penanda awal pelaksanaan program inkubator yang menyasar penguatan ekosistem agribisnis jagung dari hulu hingga hilir.

Program inkubator agribisnis yang diinisiasi Pemkab Jember dan UKRI dirancang sebagai wadah sinergi lintas sektor yang menghubungkan pemerintah, akademisi, kementerian, pelaku usaha, hingga lembaga keuangan.

img_title Program Kemitraan Jagung Jember Bantu Petani Lepas Dari Utang Yang Mencekik

Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah daerah berupaya mendorong pembangunan ekosistem pertanian yang lebih modern dan berkelanjutan, dengan fokus pada peningkatan nilai tambah komoditas jagung melalui proses hilirisasi.

Bupati Jember Muhammad Fawait menjelaskan bahwa tantangan terbesar sektor pertanian saat ini tidak lagi sebatas mengejar peningkatan volume panen semata.

Menurut dia, dibutuhkan pendekatan yang mampu menghadirkan nilai tambah lebih besar bagi petani dan pelaku usaha melalui penguatan hilirisasi.

“Tantangan terbesar sektor pertanian saat ini bukan lagi sekadar memacu volume panen, melainkan menciptakan nilai tambah melalui proses hilirisasi,” kata Bupati Jember Muhammad Fawait saat acara peluncuran program di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Jember menyambut baik kehadiran inkubator agribisnis UKRI sebagai mitra strategis dalam membangun ekosistem agribisnis yang lebih maju dan berkelanjutan.

Kehadiran perguruan tinggi, lanjut dia, diharapkan tidak hanya berperan dalam kegiatan akademik, tetapi juga menghadirkan inovasi yang dapat diterapkan langsung di lapangan oleh petani dan pelaku usaha.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi berbagai pihak.

Halaman Selanjutnya
img_title