Mahasiswa KKN 20 Untag Banyuwangi Gelar Bazar UMKM, Bangkitkan Ekonomi Lokal Desa Parijatah Wetan
- Dovalent Vandeva Derico/ VIVA Banyuwangi
Banyuwangi, VIVA Banyuwangi – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 20 Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi menggelar Bazar UMKM bertema "Bersama UMKM Desa, Membangun Ekonomi Lokal yang Mandiri dan Berdaya Saing" di Dusun Melik, Desa Parijatah Wetan, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi, pada Minggu, 26 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja mahasiswa KKN dalam mendukung pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tingkat desa.
Bazar UMKM diselenggarakan sebagai tindak lanjut atas masih ditemukannya keterbatasan pelaku UMKM dalam memasarkan produknya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN bersama Pemerintah Desa Parijatah Wetan berupaya menghadirkan wadah promosi produk lokal, meningkatkan omzet penjualan pelaku usaha, sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi desa kepada masyarakat. Selain bazar, rangkaian kegiatan juga diisi senam bersama, perlombaan, hiburan rakyat, hingga penampilan seni budaya yang melibatkan masyarakat setempat.
Kepala Desa Parijatah Wetan, Hj. Istiqomah, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN Untag Banyuwangi yang menghadirkan kegiatan tersebut sebagai upaya mengangkat potensi UMKM desa.
Kepala Desa Parijatah Wetan, Hj. Istiqomah (Tengah Berhijab)
- Dovalent Vandeva Derico/ VIVA Banyuwangi
"Terima kasih untuk adik-adik Untag yang telah berinisiatif mengadakan kegiatan ini. Harapannya dengan dibukanya kegiatan UMKM pagi hari ini nanti bisa berkelanjutan untuk diadakan kegiatan-kegiatan lain, tentunya dengan satu harapan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat Melik khususnya," ujarnya.
Kades menjelaskan, bazar UMKM bukan merupakan agenda tahunan desa, melainkan bagian dari program kerja mahasiswa KKN. Dusun Melik dipilih karena dikenal memiliki banyak masyarakat yang menjalankan usaha kecil dan berdagang.
"Ini merupakan salah satu program mereka untuk meningkatkan dan mengangkat UMKM yang ada di wilayah Desa Parijatah Wetan. Kami menunjuk Dusun Melik karena masyarakatnya memang banyak yang berjualan. Alhamdulillah kegiatannya bisa berjalan dengan lancar," katanya.
Rektor Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi, Dr. Yovita Vivianty Indriadewi Atmadjaja, S.E., M.Com, yang turut meninjau kegiatan tersebut menilai bazar UMKM menjadi langkah positif dalam menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat yang sempat terhenti sejak pandemi COVID-19.
Rektor Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi, Dr. Yovita Vivianty Indriadewi Atmadjaja (Menggunakan Jas dan Berkacamata)
- Dovalent Vandeva Derico/ VIVA Banyuwangi
"Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini karena membangkitkan sesuatu yang mungkin sudah vakum sejak COVID-19, dan ini baru pertama kali dilaksanakan bazar kembali. Diharapkan kedepan tidak hanya berhenti pada saat ada mahasiswa KKN, tetapi terus dilanjutkan sehingga bisa membangkitkan perekonomian dusun khususnya dan Desa Parijatah Wetan pada umumnya," ujarnya.