Rumah Kosong di Dekat RSDH Kota Probolinggo Terbakar, Penyebab Kebakaran Belum Diketahui
- Dok. Damkar Kota Probolinggo/ VIVA Banyuwangi
Probolinggo, VIVA Banyuwangi –Sebuah rumah kosong di Jalan Panjaitan Nomor 6, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, terbakar pada Sabtu, 25 Juli 2026 dini hari. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, sementara penyebab kebakaran masih belum dapat dipastikan.
Peristiwa itu pertama kali diketahui setelah seorang warga datang ke Markas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Probolinggo sekira pukul 04.39 WIB untuk melaporkan adanya kebakaran. Tiga menit kemudian petugas langsung berangkat menuju lokasi yang berjarak sekira 500 meter dan tiba pada pukul 04.44 WIB.
Dua unit mobil pemadam berkapasitas 3.000 liter dan 5.000 liter diterjunkan untuk memadamkan api. Kobaran api berhasil dikendalikan sekira pukul 06.00 WIB dan penanganan dinyatakan selesai sepenuhnya pada pukul 06.10 WIB.
Komandan Regu 3 Damkar Kota Probolinggo, Bima Nur Dianto, mengatakan rumah yang terbakar dalam keadaan kosong sehingga tidak terdapat barang berharga di dalamnya.
“Kalau kerugian belum diketahui, soalnya itu rumah kosong, tidak ada barang-barang yang berharga,” ujarnya.
Bima menjelaskan, hingga kini penyebab kebakaran masih belum diketahui. Meski beredar video di media sosial yang memperlihatkan api diduga muncul dari bagian depan bawah rumah, pihaknya belum dapat memastikan asal mula kebakaran tersebut.
“Masih belum diketahui penyebabnya. Di media sosial memang ada video awal munculnya api dari ruangan bawah bagian depan, tapi itu masih belum bisa dipastikan,” katanya.
Proses pemadaman sempat mengalami kendala. Angin yang bertiup cukup kencang membuat api cepat membesar, sementara akses menuju bagian dalam rumah relatif sempit. Selain itu, petugas juga kesulitan menjangkau titik api di bagian belakang karena sebagian rangka atap yang terbuat dari kayu sudah mulai runtuh.
“Kendalanya angin cukup kencang sehingga api semakin cepat besar. Akses masuk ke dalam ruangan juga sempit, sedangkan api di bagian belakang susah dijangkau karena kayu-kayu atap sudah mulai runtuh,” pungkasnya.