Triwulan I 2026, Seluruh Perekonomian Di Sekarkijang Tumbuh di Atas 5 Persen
- https://img.antaranews.com/cache/800x533/2026/07/26/20260724_193113.jpg.webp
Situbondo, VIVA Banyuwangi –Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember melaporkan perekonomian wilayah Sekarkijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang) menunjukkan kinerja solid pada triwulan I tahun 2026. Seluruh wilayah kerja OJK Jember mencatat pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen, dengan beberapa kabupaten tumbuh lebih tinggi dari rata-rata Provinsi Jawa Timur maupun nasional.
Kepala Kantor OJK Jember yang membawahi Situbondo, Aris Budiman, menyampaikan data pertumbuhan ekonomi masing-masing kabupaten pada periode tersebut. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Situbondo pada triwulan I 2026 tercatat sebesar 5,50 persen, Bondowoso 5,42 persen, dan Lumajang 5,89 persen.
“Jember dan Banyuwangi menjadi daerah dengan pertumbuhan tertinggi, masing-masing sebesar 6,35 persen dan 6,14 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur 5,96 persen dan nasional sebesar 5,61 persen,” kata Aris Budiman. Pernyataan ini menegaskan bahwa dua kabupaten tersebut menjadi penopang utama pertumbuhan regional Sekarkijang.
Secara keseluruhan, Aris menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di wilayah kerja OJK Jember mencerminkan aktivitas ekonomi masyarakat yang tetap terjaga. Data triwulan I 2026 ini menunjukkan bahwa sebagian besar sektor utama masih bergerak positif, sehingga mendukung berlanjutnya momentum pertumbuhan di tingkat daerah.
Menurut Aris, pertumbuhan ekonomi di wilayah Sekarkijang didukung oleh kinerja sektor-sektor utama seperti pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan. Kombinasi kinerja ketiga sektor ini menjadi modal positif bagi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi sekaligus penguatan sektor jasa keuangan di daerah. Sektor pertanian, misalnya, masih menjadi tulang punggung ekonomi di beberapa kabupaten, sementara perdagangan dan industri pengolahan turut mendorong penyerapan tenaga kerja dan perputaran uang.
“Kami menilai stabilitas sektor jasa keuangan di wilayah Sekarkijang tetap terjaga dan didukung oleh pertumbuhan ekonomi regional yang solid di atas rata-rata nasional, serta kinerja intermediasi keuangan yang tumbuh positif per 31 Mei 2026,” kata Aris Budiman. Kinerja intermediasi keuangan yang positif ini mengindikasikan bahwa penyaluran kredit dan penghimpunan dana oleh lembaga jasa keuangan masih berjalan baik.
Sebagai regulator dan pengawas sektor jasa keuangan, OJK memiliki peran penting dalam memastikan industri jasa keuangan berjalan secara sehat, stabil, dan berkelanjutan. Aris menekankan bahwa kondisi ini tidak hanya penting bagi stabilitas sistem keuangan, tetapi juga bagi dukungan terhadap aktivitas ekonomi riil di masyarakat.