Mahasiswa KKN 10 Untag Banyuwangi Sukses Transformasikan 6 UMKM Blimbingsari ke Ranah Digital
- Dovalent Vandeva Derico/ VIVA Banyuwangi
Banyuwangi, VIVA Banyuwangi – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 10 Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi sukses menyelenggarakan program "GO-DIGI UMKM" di Desa Blimbingsari. Besarnya potensi desa yang berdekatan dengan kawasan wisata tepi pantai dan Bandar Udara Internasional Banyuwangi, program ini bertujuan memperluas jangkauan pasar pelaku usaha lokal melalui optimalisasi pemasaran digital.
Kegiatan pendampingan ini memberikan dampak langsung terhadap pelaku UMKM, berupa pembuatan desain banner usaha, penyusunan video promosi promosi, kelengkapan profil akun media sosial, hingga pendaftaran titik lokasi bisnis di Google Maps yang siap digunakan secara berkelanjutan.
Keberhasilan pendampingan ini berawal dari strategi pemetaan yang terukur. Ketua KKN Kelompok 10, Moch Alfan Ardiansyah, mengungkapkan bahwa penentuan enam UMKM sebagai sasaran utama tidak dilakukan secara asal, melainkan melalui observasi menyeluruh terhadap kondisi media promosi dan kemampuan digital warga.
"Dari hasil pemetaan, kami memprioritaskan UMKM yang memang paling membutuhkan bantuan, namun pemiliknya bersedia mengikuti pelatihan dan pendampingan. Kami memilih enam UMKM agar pendampingannya lebih fokus dan menghasilkan output yang benar-benar dapat digunakan, daripada mendampingi banyak UMKM tetapi hasilnya setengah-setengah," kata Alfan.
Dalam pelaksanaannya, tim KKN dihadapkan pada tantangan keberagaman usia dan tingkat literasi digital peserta. Menghadapi kendala minimnya perangkat pendukung, Mahasiswa KKN Kelompok 10 mengambil langkah solutif dengan meminjamkan fasilitas laptop serta membagi tugas anggota secara spesifik untuk pendampingan individual.
"Sebagai ketua, saya membagi anggota berdasarkan kemampuan. Ada yang fokus memberikan tutorial di depan, ada yang mendampingi praktik Canva, membantu proses editing video melalui CapCut, hingga fokus pada Google Maps. Metode kami bukan sekadar ‘ini tutorialnya, silakan coba sendiri’, tetapi benar-benar pelan-pelan, step by step. Memang butuh kesabaran ekstra, tetapi di situlah inti pendampingannya," jelasnya.
Untuk memastikan program digitalisasi ini tidak terhenti setelah masa pengabdian selesai, KKN Kelompok 10 merancang sistem keberlanjutan yang aplikatif. Seluruh akun bisnis dan kata sandi diserahkan sepenuhnya kepada pemilik usaha, dan proses pengkaryaan konten selalu melibatkan persetujuan warga.
Lebih lanjut, tim mahasiswa memilih platform yang relatif familiar dan ramah pengguna seperti WhatsApp, Google Maps, Canva, dan CapCut.