Gerbang Bromo, Stasiun Probolinggo Jadi Favorit WNA di Tengah Kenaikan Penumpang Asing Daop 9 Jember
- dok. PT. KAI Daop 9 Jember/ VIVA Banyuwangi
Probolinggo, VIVA Banyuwangi –Stasiun Probolinggo semakin menunjukkan perannya sebagai pintu masuk wisatawan mancanegara menuju kawasan wisata Gunung Bromo. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, jumlah penumpang warga negara asing (WNA) yang menggunakan layanan kereta api di wilayah Daop 9 Jember mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 9 Jember mencatat, sebanyak 48.716 penumpang WNA melakukan perjalanan melalui sejumlah stasiun di wilayah Daop 9 Jember selama semester pertama 2026. Angka tersebut meningkat 15,37 persen dibandingkan periode Januari-Juni 2025 yang tercatat sebanyak 42.225 penumpang.
Stasiun Probolinggo Catat Penumpang WNA Terbanyak di Daop 9 Jember
- dok. PT. KAI Daop 9 Jember/ VIVA Banyuwangi
Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menyebut Stasiun Probolinggo menjadi stasiun dengan jumlah penumpang WNA tertinggi dibandingkan stasiun lainnya di wilayah Daop 9 Jember.
“Data tersebut merupakan akumulasi penumpang WNA yang naik dan turun di 13 stasiun pemberhentian wilayah Daop 9 Jember.
Peningkatan ini menunjukkan bahwa kereta api menjadi salah satu moda transportasi pilihan wisatawan asing karena aman, nyaman, tepat waktu, dan ramah lingkungan,” ujar Cahyo pada Jumat, 31 Juli 2026.
Berdasarkan data KAI Daop 9 Jember, Stasiun Probolinggo mencatat sebanyak 12.207 penumpang WNA yang melakukan perjalanan naik maupun turun selama Januari-Juni 2026. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan Stasiun Banyuwangi Kota dengan 10.347 penumpang WNA dan Stasiun Ketapang sebanyak 8.551 penumpang WNA.
Tingginya jumlah wisatawan asing di Stasiun Probolinggo tidak lepas dari lokasinya yang menjadi salah satu akses utama menuju kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Banyak wisatawan mancanegara memanfaatkan jalur kereta api untuk melanjutkan perjalanan menuju Gunung Bromo yang dikenal dengan panorama matahari terbit, lautan pasir, serta kawah aktifnya.
Cahyo menjelaskan, peningkatan perjalanan wisatawan asing dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya musim liburan di negara asal wisatawan, terutama negara yang memiliki empat musim. Selain itu, semakin dikenalnya destinasi wisata di wilayah timur Pulau Jawa juga turut mendorong meningkatnya mobilitas wisatawan menggunakan kereta api.
“Ketiga stasiun favorit tersebut memang memiliki potensi wisata yang sangat besar dan menjadi gerbang utama menuju destinasi unggulan yang diminati wisatawan mancanegara,” tambah Cahyo.