Perkuat Program Banyuwangi Hijau, Clean Rivers UEA Danai Pembangunan TPS3R Kertosari

Kunjungan Direktur Clean Rivers UEA di Pendopo Kabupaten Banyuwangi.
Sumber :
  • https://banyuwangikab.go.id/media/berita/original/sydkdowsqa_whatsapp-image-2026-07-30-at-131059.jpeg

Banyuwangi, VIVA Banyuwangi –Lembaga Clean Rivers dari Uni Emirat Arab (UEA) memberikan dukungan pendanaan untuk pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Kertosari di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Pertemuan antara Direktur Clean Rivers UEA Reinier Van Der Lely dengan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berlangsung di Pendopo Kabupaten Banyuwangi pada Kamis, 30 Juli 2026. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas kelanjutan program pengelolaan sampah berkelanjutan di wilayah Banyuwangi.

img_title Ketenangan Heri Kuswanto Selamatkan Laga Panas RW 1 Galekan vs RW 4 Krajan dari Kekacauan

Dilansir dari jatim.antaranews.com, Reinier Van Der Lely menjelaskan bahwa kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah terjalin melalui program Banyuwangi Hijau yang berfokus pada transformasi pengelolaan sampah. “Kami telah bekerja sama baik dengan Pemkab Banyuwangi dan Project Stop untuk menjalankan program transformasi persampahan Banyuwangi Hijau,” kata Direktur Clean Rivers UEA Reinier Van Der Lely. Pihaknya menegaskan dukungan terhadap Program Banyuwangi Hijau Fase 3 melalui pembangunan fasilitas TPS3R di Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi. Fasilitas ini diharapkan menjadi salah satu penguat sistem pengelolaan sampah sirkular di kawasan perkotaan.

Dkutip dari jatim.antaranews.com, Pembangunan TPS3R Kertosari telah dimulai sejak awal Juli 2026 dan berdiri di atas lahan seluas 1,5 hektare. Proyek tersebut ditargetkan selesai dalam waktu 10 bulan.

Reinier menyampaikan bahwa TPS3R Kertosari difokuskan untuk mengatasi persoalan persampahan di wilayah perkotaan. Fasilitas ini dirancang agar dapat mengurangi volume sampah yang dikirim ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). TPS3R Kertosari memiliki kapasitas pengolahan sekitar 50 ton sampah per hari dan melayani Kecamatan Banyuwangi serta sekitarnya. “Kami sangat senang melihat semua kemajuannya, kami baru saja ke sini enam bulan yang lalu dan perkembangannya sangat cepat,” ujarnya.

Dilansir dari jatim.antaranews.com, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyatakan bahwa Banyuwangi beruntung karena perjalanan menuju transformasi pengelolaan sampah berkelanjutan mendapat dukungan dari berbagai pihak. Kolaborasi antara Indonesia dan UEA dinilai sebagai bentuk kemitraan strategis yang nyata. “Kerja sama ini bukan hanya sebagai investasi bagi keberlanjutan lingkungan, tapi juga bagi kesehatan generasi masa depan dan daya saing ekonomi daerah,” kata Ipuk Fiestiandani. Menurutnya, dukungan lembaga internasional memperkuat komitmen daerah dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi.

Ipuk menjelaskan bahwa program pengelolaan sampah sirkular di Banyuwangi telah dimulai sejak tahun 2017 melalui Project Stop. Program tersebut ditandai dengan pembangunan TPS3R Tembokrejo di Kecamatan Muncar. Selanjutnya, Banyuwangi Hijau Fase 1 dilaksanakan dengan pembangunan TPS3R Balak di Kecamatan Songgon yang didukung Pemerintah Norwegia. Fasilitas-fasilitas ini menjadi fondasi awal penguatan pengelolaan sampah di tingkat kecamatan.

Setelah itu, Banyuwangi Hijau Fase 2 hadir dengan pembangunan TPS3R Karetan di Kecamatan Purwoharjo yang didukung Pemerintah Austria. Pada Fase 3, dukungan datang dari Clean Rivers UEA melalui pembangunan TPS3R Kertosari di Kecamatan Banyuwangi. Rangkaian fase tersebut menunjukkan perluasan wilayah pelayanan pengelolaan sampah sirkular di Banyuwangi. Pemerintah daerah memanfaatkan berbagai kerja sama internasional untuk memperkuat fasilitas dan memperluas jangkauan layanan.

Dilansir dari jatim.antaranews.com, selain program Banyuwangi Hijau, Ipuk menyebut bahwa Kabupaten Banyuwangi juga akan mendapatkan dukungan pembangunan TPS3R Wongsorejo. Fasilitas ini didanai oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia. Dukungan dari pemerintah pusat melengkapi kontribusi lembaga internasional dalam pengembangan pengelolaan sampah di daerah. Dengan penambahan TPS3R Wongsorejo, jaringan pengolahan sampah di Banyuwangi diharapkan semakin merata dan mampu menjangkau lebih banyak wilayah.