TNI AL dan Pemkab Banyuwangi Perluas Lahan Kedelai 1.200 Hektare, Target Kurangi Ketergantungan Impor

Penanaman kedelai di lahan pertanian Desa Purwoagung, Banyuwangi
Sumber :
  • https://jatim.antaranews.com/berita/1086591/pemkab-banyuwangi-dan-tni-al-perluas-lahan-pertanian-kedelai

Banyuwangi, VIVA BanyuwangiUpaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus dilakukan di Banyuwangi. TNI Angkatan Laut (TNI AL) bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memperluas pengelolaan lahan kedelai hingga 1.200 hektare yang melibatkan puluhan kelompok tani sebagai bagian dari program peningkatan produksi kedelai nasional.

img_title Haura Bintany, Siswi SDIT Al-Wathaniyah yang Pukau Ribuan Warga Sumenep

Dilansir dari banyuwangikab.go.id Penanaman kedelai secara simbolis dilaksanakan di Desa Purwoagung, Kecamatan Tegaldlimo, Jumat, 31 Juli 2026. Program tersebut melibatkan 55 kelompok tani yang mengelola lahan di Kecamatan Tegaldlimo dan Purwoharjo.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Komandan Komando Daerah TNI AL (Kodaeral) V Brigjen TNI (Mar) Suwandi, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Banyuwangi Letkol Laut (P) Wishnu Krestiawan, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

img_title Jalan Desa Bajulmati Steril dari Kendaraan, Lomba Gerak Jalan Jadi Lebih Nyaman

Brigjen TNI (Mar) Suwandi mengatakan pengembangan lahan kedelai merupakan langkah nyata dalam mendukung program pemerintah pusat untuk memperkuat kemandirian pangan nasional, khususnya dalam mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai.

Menurutnya, kedelai menjadi salah satu komoditas strategis yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Karena itu, peningkatan produksi di dalam negeri harus menjadi komitmen bersama seluruh pihak.

img_title Polsek Wongsorejo Siap Gelar Perkara Dugaan Pelanggaran Fidusia yang Seret Mariati & Anaknya

"Kedelai merupakan komoditas strategis, sehingga peningkatan produksi dalam negeri harus menjadi komitmen bersama melalui sinergi pemerintah, TNI AL, dunia usaha, akademisi, dan para petani untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor," ujar Suwandi.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, TNI AL bersama pemerintah menyalurkan bantuan sebanyak 60.000 kilogram atau 60 ton benih kedelai unggul kepada 55 kelompok tani yang akan menanam di lahan seluas 1.200 hektare.

Selain benih, para petani juga menerima bantuan 10 paket alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk mendukung proses budidaya sehingga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian.

Bantuan benih tersebut terdiri atas dua varietas unggulan, yaitu varietas Grobogan sebanyak 44.250 kilogram atau 44,25 ton serta varietas Baluran sebanyak 15.750 kilogram atau 15,75 ton.

Suwandi berharap dukungan benih dan peralatan pertanian tersebut dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi kedelai sekaligus memperkuat kesejahteraan petani.

"Kami berharap kegiatan ini mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat kesejahteraan petani, serta memastikan ketersediaan pangan yang cukup, berkualitas, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat," katanya.

Halaman Selanjutnya
img_title