Usai Pelantikan GAPEMBI Kota Probolinggo, Wali Kota Targetkan Penurunan Stunting 50 Persen dalam Enam Bulan
- Faradila Setya Utami/ VIVA Banyuwangi
Probolinggo, VIVA Banyuwangi –Wali Kota Probolinggo Aminuddin menargetkan angka stunting di Kota Probolinggo turun hingga 50 persen dalam waktu enam bulan ke depan. Target tersebut disampaikan usai pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gabungan Pengusaha Makanan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) Kota Probolinggo pada hari Jumat, 31 Juli 2026.
Aminuddin mengatakan, keberhasilan program makanan bergizi akan dilihat dari dampaknya terhadap kondisi kesehatan masyarakat, terutama kelompok penerima manfaat seperti balita, ibu hamil, ibu menyusui, hingga anak-anak sekolah.
Menurutnya, pemberian makanan bergizi menjadi salah satu langkah yang dapat mempercepat penanganan stunting karena berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan gizi anak.
“Stunting itu paling gampang diperbaiki dengan pemberian makan. Mestinya dalam satu bulan, mereka yang kurang berat dengan makanan bergizi sudah selesai. Nah, makanya ini jadi indikator utama yang nanti kita lihat bagaimana pertumbuhan atau pengurangan stunting di Kota Probolinggo,” ujar Aminuddin.
Saat ini, angka stunting di Kota Probolinggo berada di kisaran 9,6 persen. Dengan dukungan puluhan dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan, Aminuddin berharap angka tersebut dapat ditekan hingga sekitar 4 persen.
“Paling tidak enam bulan lagi, angka stunting di kota ini mestinya di angka 4 persen,” ujar Aminuddin.
Aminuddin menyebut, evaluasi terhadap pelaksanaan program akan dilakukan untuk memastikan manfaat makanan bergizi benar-benar dirasakan masyarakat. Penurunan angka stunting nantinya menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan program yang dijalankan bersama GAPEMBI.
Wali Kota juga meminta pengurus GAPEMBI memastikan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat memenuhi standar gizi. Menurutnya, makanan bergizi harus memiliki kandungan yang cukup, mulai dari karbohidrat, protein, sayur, hingga buah.
“Makanan bergizi itu paling tidak di angka 750 kalori. Ada nasi, lauk utama, paling tidak satu telur atau satu paha ayam, kemudian ada tempe atau tahu, ada sayur, dan ada buah. Syukur kalau ditambah susu,” jelas Aminuddin.
Selain kandungan gizi, wali kota juga mengingatkan pentingnya keamanan dalam proses penyediaan makanan. Pengelola dapur MBG diminta menjaga kebersihan, memenuhi standar pengolahan, serta memastikan makanan yang disalurkan aman dikonsumsi.