Program MBG Berpotensi Putar Rp3 Triliun, Wali Kota Probolinggo Dorong Belanja Bahan Baku Lokal
- Faradila Setya Utami/ VIVA Banyuwangi
Probolinggo, VIVA Banyuwangi –Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memiliki potensi besar dalam menggerakkan perekonomian Kota Probolinggo. Wali Kota Probolinggo Aminuddin menyebut, perputaran uang dari program tersebut diperkirakan dapat mencapai sekitar Rp3 triliun jika seluruh dapur MBG berjalan optimal.
Pernyataan itu disampaikan Aminuddin saat menghadiri pelantikan pengurus DPC Gabungan Pengusaha Makanan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) Kota Probolinggo, Jumat, 31 Julu 2026. Menurutnya, program MBG tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
“Saya yakin tentu, manfaat secara langsung dari MBG ini khususnya dalam pertumbuhan ekonomi sangat signifikan. Karena putaran uang nanti dengan sekarang lebih kurang 33 MBG yang ada, mudah-mudahan nanti segera aktif semua,” ujar Aminuddin.
Wali Kota memperkirakan, ketika seluruh dapur MBG beroperasi, nilai ekonomi yang berputar dari program tersebut dapat memberikan dampak besar bagi daerah.
“Ini akan memberikan lebih kurang putaran uang sekitar 3 triliun. Tiga triliun, tiga kali APBD Kota Probolinggo,” katanya.
Aminuddin berharap besarnya potensi ekonomi tersebut dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Kota Probolinggo. Salah satunya dengan memastikan kebutuhan bahan makanan untuk dapur MBG dipenuhi dari produk dan pelaku usaha di daerah.
Aminuddin meminta para pengusaha makanan bergizi tidak membeli kebutuhan bahan baku dari luar daerah apabila kebutuhan tersebut bisa diperoleh dari Kota Probolinggo.
“Prinsip finansial itu uang yang masuk jangan lagi keluar. Saya berharap para pengusaha makanan bergizi Indonesia Kota Probolinggo untuk membelanjakan mulai dari bahan-bahan makanannya, jangan beli di luar Kota Probolinggo,” tegasnya.
Untuk mendukung hal tersebut, Pemkot Probolinggo mendorong keterlibatan Koperasi Merah Putih sebagai mitra penyedia kebutuhan dapur MBG. Koperasi tersebut diharapkan mampu menjadi penghubung antara pengusaha dapur MBG dengan pelaku usaha lokal.
Aminuddin mengatakan, Koperasi Merah Putih memiliki peluang untuk menjalin kerja sama dengan dapur MBG melalui pola kemitraan.
“Koperasi Merah Putih ini punya hak istilahnya swakarya, swakelola, dan swamitra. Artinya dia bisa bermitra nanti dengan ini. Tentu kita berikan proses supaya bisa menjadi mitra strategis dari dapur-dapur MBG,” jelasnya.