Jelang Asian Games 2026, Timnas BMX Indonesia Tingkatkan Latihan di Sirkuit Banyuwangi
- https://banyuwangikab.go.id/media/berita/original/xzofecwcdr_whatsapp-image-2026-07-31-at-191628.jpeg
Banyuwangi, VIVA Banyuwangi –Tim nasional balap sepeda Indonesia nomor BMX meningkatkan intensitas latihan di Sirkuit Internasional BMX Supercross Banyuwangi, Jawa Timur, jelang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang pada September 2026. Latihan ekstra ini dilakukan untuk memaksimalkan kesiapan fisik dan mental atlet sebelum menghadapi kompetisi tingkat Asia tersebut.
“Keberadaan trex BMX di Banyuwangi ini jadi investasi jangka panjang dalam membina bibit-bibit unggul BMX Tanah Air, termasuk menyongsong gelaran SEA Games 2027 mendatang,” kata Ketua Kontingen (Chef de Mission/CdM) Tim Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Todotua Pasaribu, berdasarkan laman jatim.antaranews.com
Dilansir dari jatim.antaranews.com, Todo, sapaan akrab Todotua Pasaribu, mengaku hadir langsung ke Banyuwangi bersama Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Indonesia Cycling Federation (ICF) Jadi Rajagukguk, Tim Analis Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), serta Tim Analis dari Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia). Kunjungan tersebut bertujuan untuk memotivasi serta memastikan kesiapan fisik dan mental para atlet balap sepeda Indonesia yang sedang menjalani pemusatan latihan.
“Saya cukup takjub melihat tempat latihan BMX di Banyuwangi, dan treknya sangat mendukung untuk persiapan teman-teman atlet yang akan bertanding di Asian Games,” kata Todo. Ia menambahkan, latihan di Banyuwangi bukan hanya difokuskan untuk Asian Games saja, tetapi juga untuk mempersiapkan bibit atlet BMX ke depan dan bagian dari persiapan menuju SEA Games tahun depan.
“Latihan di sini (Banyuwangi) bukan hanya untuk Asian Games saja, tetapi mempersiapkan bibit atlet BMX kita ke depan dan juga bagian dari persiapan menuju SEA Games tahun depan,” kata dia menambahkan. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa fasilitas di Banyuwangi memiliki peran ganda, yaitu sebagai venue persiapan Asian Games 2026 sekaligus pusat pembinaan atlet muda untuk kompetisi regional di masa mendatang.
Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Indonesia Cycling Federation (ICF), Jadi Rajagukguk, menambahkan bahwa Kemenpora menargetkan empat medali emas untuk tim balap sepeda Indonesia, dengan satu emas di antaranya ditargetkan pada cabang sepeda nomor BMX. Namun, target internal federasi justru lebih ambisius dari target pemerintah.
“Namun, target dari federasi sendiri kami membidik lebih dari satu emas. Maka, mohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar tim cycling Indonesia memberikan yang terbaik di Asian Games,” katanya.
Dikutip dari jatim.antaranews.com, Jadi juga menjelaskan, bahwa dalam proses merealisasikan misi tersebut, ICF memusatkan tujuh atlet Timnas BMX terbaiknya di Banyuwangi untuk berlatih ekstra. Sirkuit BMX Banyuwangi memiliki lintasan dengan panjang trek 465 meter, serta dilengkapi empat obstacle high jump. Fasilitas ini juga dilengkapi dua start gate dengan ketinggian 5 meter dan 8 meter, serta tujuh line yang telah berstandar olimpiade.
Secara keseluruhan, menurut Jadi, kontingen balap sepeda Indonesia berencana mengirim 21 atlet sepeda dan tujuh pelatih ke ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Jumlah tersebut mencakup seluruh nomor balap sepeda yang akan dipertandingkan, termasuk BMX, road race, dan discipline lainnya.
“Kita harapkan dengan mengikuti try out single event di luar negeri ini bisa memberikan pengalaman, jam terbang mereka yang sudah biasa mengikuti kompetisi bersama atlet-atlet di tingkat Asia,” kata Jadi. Program try out di luar negeri menjadi bagian penting dari strategi persiapan timnas untuk membiasakan atlet dengan kondisi kompetisi sebenarnya di level Asia.