Rencana Proyek Dok Kapal di Desa Sumber Kencono Dituding Abaikan Sosialisasi Transparan
- Anton Heri Laksana/ VIVA Banyuwangi
Banyuwangi, VIVA Banyuwangi –Rencana pembangunan dok kapal di wilayah pesisir Pantai di Desa Sumber Kencono dituding tidak melakukan sosialisasi pada pihak yang terdampak langsung secara gamblang. Sosialisasi diduga tidak sepenuhnya dipaparkan terkait dampak positif dan negative atas berdirinya dok kapal pada sekitar lokasi tempat tinggalnya.
Mungkin pesisir pantai Andelan, Desa Sumber Kencono, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur saat ini akan berbeda dengan beberapa tahun ke depan.
Hal tersebut terkait dengan adanya rencana pembangunan dok kapal di kawasan pantai rakyat ini dalam waktu dekat.
Bahkan segala sosialisasi sudah dilakukan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Sumber Kencono pada tahun 2023 – 2024.
Hasil dari sosialisasi tersebut, sedikitnya 10 Kepala Keluarga (KK) yang selama ini menempati kawasan pantai rakyat tersebut harus bergeser dari lokasi rencana proyek pembangunan dok kapal.
“Kelompok nelayan tidak pernah ada sosialisasi dan diminta persetujuan terkait rencana Usaha Dok Kapal,” ujar seorang tokoh masyarakat Desa Sumber Kencono, Eko Wijiono.
Sosialisasi yang dilakukan saat itu dituding tidak menyampaikan informasi secara akurat terkait dampak keseluruhan dengan berdirinya dok kapal.
Jika proyek dok kapal tersebut sengaja diteruskan, maka nelayan yang sudah puluhan tahun menetap kawasan pesisir pantai Andelan akan menjadi korban pertamanya.
“Tidak setuju jalan /tanggul laut jika di alihkan karena menyebabkan sulitnya akses nelayan jika kelaut termasuk jika mendatangkan dan atau membawa keluar perahu,” tutur Eko Wijiono pada VIVA News.
Keberadaan dok kapal di kawasan pemukiman nelayan dituding akan menjadi penyebab akses nelayan dalam melakukan aktifitasnya sebagai nelayan.
“Nelayan tidak dapat menambatkan perahu,lebih lagi jika sepadan pantai dilakukan pemagaran karena usaha dok kapal. Tidak dapat memanfaatkan perairan di sekitar pantai untuk budidaya rumput laut termasuk pemanfaatan sepadan pantai untuk penjemuran rumput laut,” kata tokoh masyarakat Desa Sumber Kencono saat dihubungi.
Dalam kesempatan berbeda, staf dok kapal Mukthi membantah tidak dilakukannya sosialisasi pada masyarakat terkait akan dilakukannya Pembangunan dok kapal di kawasan pesisir pantai Andelan.
“Untuk selanjutnya masalah sosialisasi kita sudah melaksanakan sosialisasi ke warga yang terdampak langsung sosalisasi sebelumnya dihandel oleh pak kades (Kusnan) di tahun 2023 sd 2024 dan sekarang kita sedang memastikan warga desa yg kurang jelas informasi usaha perusahan dan sekarang kita sedang melakukan upaya sosialisasi tambahan,” bantah staf dok kapal Mukthi pada VIVA News.