Kebakaran Bromo Berdampak ke Wisata, TNBTS Catat 25 Persen Pengunjung Batalkan Kunjungan
- https://www.flickr.com/photos/somabiswas/45080012172/
Probolinggo, VIVA Banyuwangi –Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tidak hanya berdampak pada kondisi lingkungan, tetapi juga mulai berpengaruh terhadap aktivitas wisata Gunung Bromo.
Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha menyebut, sejumlah wisatawan memilih membatalkan rencana kunjungan setelah mengetahui adanya kebakaran di kawasan konservasi tersebut.
“Kalau terkait dengan wisatawan, tadi dari komunikasi kami dengan para pelaku wisata di daerah Malang, terutama di penginapan, memang beberapa pengunjung yang sudah melakukan pemesanan kemudian melakukan pembatalan,” kata Rudijanta pada Jumat, 8 Agustus 2026.
Rudijanta menyebut, berdasarkan catatan sementara, penurunan kunjungan akibat pembatalan tersebut berada di kisaran 25 persen.
“Seperempat, seperempat apa ya, dari jumlah pengunjung, 25 persen kalau catatan kita,” ujarnya.
Pembatalan kunjungan tersebut terjadi seiring dengan adanya penyesuaian aktivitas wisata di sejumlah titik kawasan Bromo. Balai Besar TNBTS juga melakukan pembatasan akses di beberapa jalur untuk mendukung proses pemadaman sekaligus menjaga keselamatan pengunjung.
Saat ini, akses wisata melalui jalur Malang masih ditutup karena masih berkaitan dengan kebutuhan operasi penanganan kebakaran. Sementara itu, wisatawan masih dapat menggunakan akses melalui jalur Pasuruan dan Cemoro Lawang, Kabupaten Probolinggo, dengan pembatasan sesuai kondisi lapangan.
Rudijanta menjelaskan, apabila proses pemadaman sudah tidak lagi membutuhkan penggunaan jalur tersebut secara intensif, akses yang ditutup akan segera dibuka kembali.
“Selama ini sudah teratasi dan kita tidak kemudian intens menggunakan jalur ini untuk pemadaman, tentu kita akan segera buka,” katanya.
Selain berdampak pada aktivitas wisata, kebakaran juga menjadi perhatian karena kawasan yang terbakar merupakan wilayah konservasi dengan keanekaragaman hayati di dalamnya. Namun, berdasarkan pemantauan sementara, dampak terhadap satwa disebut relatif kecil karena area yang terdampak lebih banyak berada di kawasan tebing.
“Kalau di sini tidak begitu banyak satwa yang ditemukan, karena ini kan lebih ke tebing-tebing ya,” ujar Rudijanta.
Meski demikian, ia menyebut masih terdapat sejumlah vegetasi dan jenis satwa tertentu yang menjadi bagian dari ekosistem kawasan Bromo, sehingga proses pemulihan tetap menjadi perhatian setelah kebakaran berhasil dikendalikan.