520 Hektare Terdampak Karhutla, Menhut Bentuk Incident Commander di Bromo
- Faradila Setya Utami
Probolinggo, VIVA Banyuwangi –Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Kaldera Bromo, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), terus berlangsung sehingga mendapat penanganan lintas sektor di hari ketujuh. Hingga Minggu, 9 Agustus 2026, area yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 520 hektare.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni turun langsung meninjau penanganan kebakaran bersama Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dan Bupati Probolinggo Gus Haris. Koordinasi juga melibatkan sejumlah unsur yang berada di lapangan.
Raja Juli mengatakan penanganan kebakaran membutuhkan koordinasi yang lebih terstruktur. Karena itu, pemerintah menyiapkan struktur Incident Commander untuk mengatur penanganan di lapangan.
“Tadi kita juga sudah rapat untuk membuat Incident Commander. Jadi dibuat struktur supaya pekerjaannya lebih teratur, lebih rapi, lebih terstruktur,” kata Raja Juli.
Struktur tersebut diharapkan dapat membantu mengatur kebutuhan dan kendala yang muncul selama proses pemadaman. Penanganan juga melibatkan TNBTS, BPBD, BNPB, TNI, Polri, pemadam kebakaran, serta unsur lainnya.
Selain penanganan darat, operasi udara terus dilakukan untuk menjangkau titik api yang sulit didatangi petugas. Tiga helikopter dikerahkan untuk melakukan water bombing di sejumlah lokasi.
Saat memberikan keterangan, Raja Juli menyebut operasi udara telah melakukan 17 kali penjatuhan air. Jumlah tersebut ditargetkan bertambah hingga 30 kali jika kondisi cuaca tetap mendukung.
“Alhamdulillah hari ini sangat cerah. Tadi dijanjikan akan bisa sebanyak 30 water bombing. Per tadi sudah ada 17, mungkin sekarang sudah ada perkembangan lain, tapi dihitung tadi masih ada waktu sekitar dua jam,” ujarnya.
Sementara itu, pasukan darat tetap melakukan pemadaman, pendinginan, dan pengamanan di sekitar area terdampak. Upaya ini penting untuk mencegah titik panas kembali memicu kebakaran.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengatakan area yang terdampak kebakaran berkembang dari sekitar 250 hektare menjadi 500 hektare berdasarkan perkembangan yang disampaikan saat peninjauan. Dalam perkembangan terbaru, luasan tersebut mencapai sekitar 520 hektare.
Emil menegaskan angka tersebut merupakan luas kawasan yang terdampak api. Artinya, tidak seluruh area seluas itu masih dalam kondisi terbakar.
Wagub Emil menjelaskan sebagian titik api sudah berhasil dipadamkan. Namun, petugas tetap melakukan penjagaan karena masih ada titik panas yang berpotensi kembali memunculkan api.