Dikemas Seperti Paket, 3.170 Liter Arak Bali Diamankan Polisi dari Dua Bus
Jumat, 14 Agustus 2026 - 04:49 WIB
Sumber :
- Faradila Setya Utami
Probolinggo, VIVA Banyuwangi –Polres Probolinggo mengamankan 3.170,2 liter minuman keras (miras) jenis arak Bali yang dikirim menggunakan dua bus antarkota. Ribuan liter miras tersebut dikemas dalam kardus dan jeriken, kemudian dibawa menggunakan bus layaknya paket pengiriman biasa.
Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan informasi yang diterima polisi terkait dugaan pengiriman miras dalam jumlah besar. Menindaklanjuti informasi tersebut, Satreskrim Polres Probolinggo melakukan penyelidikan terhadap sejumlah kendaraan yang melintas di wilayah Kabupaten Probolinggo.
Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan kiriman miras pada dua bus antarkota yang berbeda. Petugas kemudian mengamankan seluruh barang bukti untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar mengatakan, pada bus pertama, polisi menemukan arak Bali dalam jumlah besar yang dikemas dalam puluhan kardus dan jeriken.
“Untuk barang bukti didapatkan yaitu di bus umum yang pertama, 60 kardus yang berisi 2.978 botol arak Bali dengan masing-masing ukuran 600 ml, sehingga totalnya 1.786,8 liter. Plus 33 jeriken arak Bali, masing-masing 35 liter,” kata Asmida saat konferensi pers, Kamis, 13 Agustus 2026.
Selain itu, polisi juga menemukan kiriman arak Bali pada bus antarkota kedua. Dari kendaraan tersebut, petugas mengamankan empat kardus yang berisi 264 botol arak Bali dengan ukuran masing-masing 600 mililiter.
Polisi juga menemukan dua jeriken arak Bali dari bus kedua. Jika seluruh barang bukti dari kedua bus digabungkan, total miras yang berhasil diamankan mencapai sekitar 3.170,2 liter.
Meski mengamankan barang bukti dalam jumlah besar, polisi belum menetapkan tersangka dalam perkara tersebut. Penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengetahui pihak yang mengirim miras, pemilik barang, hingga tujuan akhir pengiriman.
Asmida mengatakan, polisi juga masih mendalami asal-usul arak Bali tersebut. Penyidik belum dapat memastikan apakah miras itu berasal dari pemasok atau diproduksi langsung oleh pihak tertentu.
“Untuk yang miras masih dalam lidik. Kita belum bisa memastikan apakah ini dari supplier-nya, apakah dari produsennya langsung,” ujar Asmida.
Berdasarkan informasi sementara yang diperoleh polisi, ribuan liter arak Bali tersebut diduga akan diperdagangkan lintas provinsi. Wilayah Jawa Timur diduga menjadi salah satu jalur yang dilalui sebelum barang tersebut dikirim menuju wilayah Jawa Tengah hingga Jawa Barat.
Halaman Selanjutnya
Namun, dugaan tersebut masih terus didalami penyidik. Polisi belum mengungkap siapa pihak yang mengirim maupun pihak yang menjadi tujuan akhir dari ribuan liter miras tersebut.