Naik Menjadi 87.327 Unit, UMKM Kabupaten Probolinggo Tumbuh 14,65 Persen

Bupati Probolinggo, Mohammad Haris tinjau produk UMKM Probolinggo
Sumber :
  • https://probolinggokab.go.id/wp-content/uploads/WhatsApp-Image-2026-08-13-at-11.45.48-1024x630.jpeg

Probolinggo, VIVA BanyuwangiJumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, tumbuh 14,65 persen per Juni 2026. Pertumbuhan tersebut tercatat berdasarkan data Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo.

img_title Kebakaran Bromo Ancam Ekosistem TNBTS, Api Masih Aktif di Kawasan Konservasi

Dikutip dari jatim.antaranews.com pada Kamis, 13 Agustus 2026, jumlah unit UMKM di Kabupaten Probolinggo meningkat dari 76.171 unit pada 2025 menjadi 87.327 unit per 30 Juni 2026. Kenaikan itu menunjukkan bertambahnya aktivitas usaha masyarakat di daerah tersebut.

Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto mengatakan pertumbuhan UMKM menjadi bagian penting dalam penguatan ekonomi daerah. Ia menyebut pemerintah daerah terus mengarahkan Program SAE Ekonomi untuk mendukung pengembangan pelaku usaha.

img_title BNPB Siapkan Dua Helikopter Water Bombing untuk Bantu Padamkan Kebakaran Bromo

“Pertumbuhan jumlah UMKM tersebut mencapai 14,65 persen. Itu menunjukkan bahwa aktivitas usaha masyarakat terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam penguatan ekonomi daerah,” kata Sugeng Wiyanto di Kabupaten Probolinggo, Kamis.

Program SAE Ekonomi diarahkan untuk memperkuat ekosistem UMKM. Dukungan itu mencakup legalitas usaha, akses permodalan, perluasan pasar, hingga penciptaan lapangan kerja. Berdasarkan laman jatim.antaranews.com, pertumbuhan juga terjadi pada nilai permodalan UMKM. Nilai modal pelaku UMKM di Kabupaten Probolinggo meningkat dari sekitar Rp2,665 triliun pada 2025 menjadi Rp2,832 triliun pada 2026.

img_title Karhutla Bromo Belum Usai, Titik Api Kembali Muncul di Lereng Jantur

Sugeng menyatakan nilai modal tersebut tumbuh 6,36 persen. Menurut dia, peningkatan permodalan menjadi salah satu indikator perkembangan usaha masyarakat di Kabupaten Probolinggo.

“Pertumbuhan juga tercatat dari sisi permodalan. Nilai modal UMKM meningkat dari sekitar Rp2,665 triliun menjadi Rp2,832 triliun atau tumbuh 6,36 persen,” ujarnya.

Dilansir dari jatim.antaranews.com, UMKM juga menyerap lebih banyak tenaga kerja pada 2026. Jumlah tenaga kerja yang terserap meningkat dari 110.287 orang pada 2025 menjadi 149.711 orang pada 2026. Kenaikan jumlah tenaga kerja tersebut mencapai 37,75 persen. Data itu menunjukkan kontribusi UMKM terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Probolinggo semakin besar.

Pemerintah Kabupaten Probolinggo juga mendorong pelaku usaha memenuhi legalitas berusaha. Hingga 2026, sebanyak 79.099 UMKM atau 90,6 persen telah memiliki perizinan berusaha.

Sementara itu, 8.228 UMKM atau 9,4 persen masih membutuhkan fasilitasi untuk memperoleh legalitas usaha. DKUPP menilai legalitas penting agar pelaku UMKM dapat mengakses berbagai program pengembangan usaha.

Halaman Selanjutnya
img_title