4.234 Pengunjung Terdampak Penutupan Bromo, TNBTS Masih Hitung Kerugian Karhutla
- Faradila Setya Utami
Probolinggo, VIVA Banyuwangi –Penutupan kawasan Gunung Bromo akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdampak pada ribuan wisatawan yang telah merencanakan kunjungan. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mencatat sebanyak 4.234 pengunjung terdampak penutupan pada periode 9-16 Agustus.
Para wisatawan yang sebelumnya sudah melakukan pemesanan diberikan pilihan untuk mengatur ulang jadwal kunjungan atau mengajukan pengembalian dana. Kebijakan tersebut diberlakukan karena aktivitas wisata di kawasan Bromo masih dihentikan sementara.
Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan, dampak penutupan tersebut menjadi salah satu komponen yang turut diperhatikan dalam penghitungan kerugian akibat karhutla.
Namun, TNBTS belum dapat menyebutkan total nilai kerugian karena proses pendataan masih berlangsung. Petugas masih menginventarisasi berbagai dampak yang ditimbulkan kebakaran.
“Saat ini kita sedang menghitung. Kemarin fokus kita memadamkan, kemudian mengidentifikasi areal-areal terdampaknya,” ujar Rudijanta, 16 Agustus 2026.
Menurutnya, penghitungan tidak hanya melihat kerusakan lingkungan. Dampak ekonomi akibat berhentinya aktivitas wisata juga menjadi bagian yang harus diperhitungkan.
“Komponennya banyak. Ada kerugian lingkungan, ada kerugian ekonomi. Tidak mudah juga untuk menghitungnya. Nanti pasti akan disampaikan setelah didapatkan angkanya,” jelasnya.
Penutupan kawasan juga berimbas pada masyarakat di sekitar Bromo yang selama ini memperoleh penghasilan dari sektor pariwisata. Berhentinya kunjungan wisatawan membuat sejumlah aktivitas ekonomi ikut terdampak.
Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Indra Sutanto, yang meninjau langsung kondisi Bromo, berharap proses penanganan karhutla dapat segera diselesaikan agar aktivitas wisata kembali berjalan.
“Penduduk sekitar sini mata pencahariannya di wisata. Kalau ini lama-lama ditutup, kasihan,” ujar Indra.
Meski demikian, ia memahami kawasan tidak bisa dibuka hanya demi memulihkan aktivitas ekonomi. Keselamatan wisatawan dan kondisi kawasan tetap harus menjadi pertimbangan utama.
Saat ini TNBTS masih melakukan penanganan dan evaluasi terhadap kawasan terdampak. Pembukaan kembali akan dilakukan setelah kondisi dinyatakan aman oleh pihak yang berwenang.
Selain berdampak terhadap wisatawan dan ekonomi warga, karhutla juga meninggalkan kerusakan lingkungan yang masih dalam proses pendataan. TNBTS akan menyampaikan nilai kerugian setelah seluruh komponen selesai dihitung.