Siap-siap Cari Jalan Lain! Perlintasan Jorongan dan Malasan Ditutup Sementara, KAI Pilih Perbaikan Dini Hari
- Faradila Setya Utami
Probolinggo, VIVA Banyuwangi –PT KAI Daop 9 Jember akan melakukan perbaikan jalur rel di dua perlintasan kereta api, yakni perlintasan Jorongan dan Malasan, Kabupaten Probolinggo. Pekerjaan ini membuat kedua perlintasan tersebut ditutup sementara pada waktu tertentu.
Perbaikan dilakukan untuk menjaga kondisi jalur tetap stabil sekaligus meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan kendaraan yang melintas.
Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro mengatakan, kondisi jalur di perlintasan Jorongan mengalami penurunan sehingga perlu mendapat perawatan lebih lanjut. Sementara di Malasan, rel yang berada di perlintasan sudah mengalami keausan.
“Untuk kondisi existing di JPL 13 Jorongan, terdapat penurunan track sehingga perlu dilakukan perawatan secara intensif. Kami akan melakukan perbaikan geometri di JPL 13 serta mengganti rel R54,” kata Cahyo.
Di perlintasan Jorongan, KAI juga akan menerapkan teknologi beton CLC. Teknologi tersebut menjadi metode baru yang diterapkan di wilayah Daop 9 Jember dan diharapkan membuat bagian perlintasan lebih stabil serta tahan lama.
“Untuk JPL 13 sendiri, kami menggunakan metode yang lebih inovatif, yakni pemasangan beton CLC pada perlintasan JPL 13. Ini merupakan teknologi yang baru diterapkan di Daop 9 Jember dan memiliki keunggulan lebih stabil dan lebih awet,” ujarnya.
Sementara itu, perbaikan di perlintasan Malasan dilakukan dengan mengganti rel yang sudah aus menggunakan rel R54 baru.
“Untuk kondisi di JPL 32 Malasan, rel yang berada di perlintasan JPL 32 ini sudah mengalami keausan, sehingga perlu kami ganti dengan R54 yang baru untuk menjamin keselamatan,” jelas Cahyo.
Pekerjaan di perlintasan Malasan dijadwalkan berlangsung pada 26 Agustus hingga 1 September 2026. Penutupan jalan dilakukan pada 26 Agustus mulai pukul 03.00 WIB hingga maksimal pukul 05.00 WIB.
Waktu pengerjaan sengaja dilakukan pada dini hari untuk menyesuaikan kondisi lalu lintas di jalur tersebut. Pada malam hingga dini hari, jalur tersebut juga biasa dilalui kendaraan besar seperti bus dan truk sehingga pengaturan arus kendaraan perlu dilakukan agar pekerjaan tetap berjalan tanpa menimbulkan gangguan yang lebih besar.
Untuk perlintasan Jorongan, pekerjaan berlangsung lebih panjang, mulai 20 Agustus hingga maksimal 2 September 2026. Tahapan tersebut mencakup pengerjaan hingga proses pengerasan dan penstabilan jalur.