GMNI Banyuwangi Galang Dana untuk Korban Gempa NTT, Solidaritas Kemanusiaan Digerakkan dari Jalanan
- Dovalent Vandeva Derico/ VIVA Banyuwangi
Banyuwangi, VIVA Banyuwangi – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Banyuwangi bersama Dewan Pengurus Komisariat (DPK) se-Banyuwangi menggelar aksi penggalangan dana untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Aksi tersebut digelar dalam dua kesempatan, yakni pada Rabu, 26 Agustus 2026 dan dilanjutkan pada Sabtu 29 Agustus 2026. Sejumlah kader GMNI Banyuwangi turun langsung ke ruang-ruang publik untuk mengajak masyarakat turut memberikan bantuan bagi para korban bencana.
Dari dua kali aksi tersebut, GMNI Banyuwangi berhasil menghimpun donasi sebesar Rp1.050.000. Dana yang terkumpul selanjutnya akan disalurkan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang terdampak gempa di NTT.
Ketua DPC GMNI Banyuwangi, Vingky Dwi Putra, mengatakan penggalangan dana tersebut merupakan bentuk konkret solidaritas mahasiswa terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah.
“Bagi kami, musibah yang terjadi di NTT bukan hanya menjadi persoalan masyarakat di sana. Sebagai satu bangsa, kita punya tanggung jawab moral untuk hadir dan membantu. Mungkin yang kami kumpulkan tidak besar, tetapi yang paling penting adalah kepedulian dan semangat gotong royongnya,” ujar Vingky.
Menurut Vingky, keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui diskusi maupun penyampaian kritik terhadap berbagai persoalan sosial. Dalam situasi bencana, mahasiswa juga memiliki tanggung jawab untuk mengambil bagian dalam kerja-kerja kemanusiaan.
“Gerakan mahasiswa harus mampu menerjemahkan nilai-nilai yang diperjuangkan dalam tindakan nyata. Ketika ada masyarakat yang sedang mengalami kesulitan, di situlah solidaritas harus hadir,” lanjutnya.
Sementara itu, Sekretaris DPC GMNI Banyuwangi, Yohanes Mifta Gadi Gaa, mengatakan aksi tersebut juga menjadi ruang bagi kader untuk belajar menerapkan nilai solidaritas dan kerja kerakyatan secara langsung.
“Kami ingin menunjukkan bahwa solidaritas tidak cukup hanya dengan ucapan. Ada tindakan yang harus dilakukan. Teman-teman kader turun ke jalan, mengajak masyarakat berdonasi, karena kami percaya kepedulian sekecil apa pun tetap memiliki arti bagi saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah,” kata Yohan.
Yohan menambahkan, GMNI Banyuwangi akan memastikan proses penghimpunan hingga penyaluran bantuan dilakukan secara bertanggung jawab. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Banyuwangi yang telah berpartisipasi dalam aksi tersebut.