Destinasi Wisata Kampung Batik di Jogja, Kursus Membatik dan Belanja Sekaligus
- https://batiktulisgiriloyo.com/blog/kampung-batik-giriloyo
Wisata, VIVA Banyuwangi – Jogja selalu punya cara memikat hati wisatawan. Selain candi megah, kuliner khas, dan suasana kotanya yang ramah, Yogyakarta juga menyimpan kekayaan budaya yang tak ternilai, batik. Warisan budaya tak benda UNESCO ini diolah dengan tangan-tangan terampil pengrajin di kampung-kampung batik yang tersebar di seluruh penjuru kota dan kabupaten.
Berwisata ke kampung batik di Jogja tak sekadar soal belanja oleh-oleh. Di sini, wisatawan bisa melihat langsung proses membatik, dari menggambar pola, mencanting malam, memberi warna, hingga kain indah siap dipakai.
Bahkan, wisatawan bisa mencoba membuat batik sendiri dan membawa pulang hasil karya yang penuh kenangan. Inilah 10 kampung batik dan pusat batik terbaik di Jogja yang bisa kamu kunjungi.
1. Kampung Batik Giriloyo, Wukirsari, Imogiri
Terkenal sebagai sentra batik tulis terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta, Kampung Giriloyo terletak di dekat Makam Raja-Raja Mataram. Hampir 90% warganya adalah pengrajin batik tulis. Suasana desa yang tenang membuat pengalaman belajar membatik di sini terasa istimewa.
Kelas membatik dibanderol mulai Rp20 ribu per orang. Wsiatawan akan diajarkan teknik dasar hingga proses pewarnaan. Tak heran jika banyak wisatawan kembali lagi, bukan hanya untuk belanja, tapi juga untuk merasakan kembali suasana membatik yang otentik.
2. Kampung Batik Ngasem
Berlokasi di Pasar Ngasem, kampung ini berdiri sejak 1970-an dan menjadi salah satu pusat perdagangan batik di Jogja. Selain berbelanja kain dan pakaian batik dengan harga terjangkau, wisatawan juga bisa melihat langsung proses pembuatan batik di beberapa studio pengrajin.
Suasananya khas kampung kota dengan lorong-lorong kecil yang dipenuhi toko batik. Harga kelas membatik di sini mulai dari Rp40 ribu per orang.
3. Kampung Batik Mangunan
Berada di Berbah, Sleman, Kampung Batik Mangunan menyuguhkan pemandangan alam yang indah sebagai latar belajar membatik. Diresmikan pada 2010, kampung ini menawarkan paket wisata unik. Selain membatik, wisatawan bisa mencoba aktivitas pedesaan seperti membajak sawah atau menanam padi.
Tiket masuknya hanya Rp5 ribu menjadikannya pilihan ramah kantong untuk wisata edukasi keluarga.